Lab 5.4 Tools Wireless

z

Pendahuluan

    Pada blog ini, kita akan membahas mengenai Tools Wireless, dengan fokus pada berbagai tools yang tersedia pada menu wireless beserta fungsi dan penggunaannya dalam pengelolaan jaringan. Terdapat lima tools yang akan dibahas, serta tambahan materi mengenai Security Profiles untuk memahami pengaturan keamanan pada jaringan wireless.


Step by Step

1. Scanner

    Pertama, terdapat fitur Scanner. Scanner berfungsi untuk mendeteksi, menampilkan, dan menganalisis jaringan Wi-Fi yang tersedia di sekitar perangkat. Pada menu Scanner, terdapat beberapa informasi penting yang ditampilkan untuk membantu analisis jaringan wireless.


    Informasi pertama adalah Status (ditandai warna kuning). Contohnya AP yang berarti Active Privacy, R yang menunjukkan RouterOS Network, dan B yang berarti Bridge.

    Informasi kedua adalah Address (warna hijau muda), yaitu MAC Address dari perangkat wireless yang berfungsi sebagai identitas fisik perangkat.

    Informasi ketiga adalah SSID (warna biru tua), yaitu nama dari jaringan Wi-Fi yang dipancarkan oleh perangkat.

    Informasi keempat adalah Channel (warna pink), yang menunjukkan channel frekuensi yang digunakan oleh perangkat wireless tersebut.

    Informasi kelima adalah Signal Strength (warna merah maroon), yang menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi yang diterima oleh perangkat.

    Informasi keenam adalah Noise Floor (warna oranye), yaitu tingkat gangguan sinyal (noise) yang terdapat pada lingkungan wireless.

    Informasi ketujuh adalah Signal to Noise (warna biru muda), yaitu perbandingan antara kekuatan sinyal dengan tingkat gangguan.

    Informasi kedelapan dan kesembilan adalah Radio Name (warna hijau army), yaitu nama atau identitas perangkat wireless, serta RouterOS (warna hijau tua), yaitu sistem operasi berbasis Linux yang digunakan oleh MikroTik untuk menjalankan fungsi router.Pertama, terdapat fitur Scanner


2. Freq. Usage.

    Tools kedua adalah Frequency Usage, yaitu fitur pada MikroTik yang digunakan untuk melihat tingkat penggunaan atau kepadatan frekuensi (channel) wireless di sekitar. Pada menu ini, terdapat beberapa informasi penting yang dapat digunakan untuk analisis jaringan.

    Informasi pertama adalah Frequency (MHz) (warna hijau muda), yaitu nilai frekuensi atau channel yang digunakan oleh wireless untuk mengirimkan sinyal, dengan satuan Megahertz.

    Informasi kedua adalah Usage (warna kuning), yang menunjukkan tingkat penggunaan atau kepadatan suatu frekuensi (channel) wireless.

    Informasi ketiga adalah Noise Floor (warna biru tua), yaitu tingkat gangguan sinyal (noise) yang terdapat pada lingkungan wireless.


3. Aligment.

    Alignment berfungsi untuk menyelaraskan arah antena wireless agar mendapatkan sinyal terbaik antar perangkat. Tool ini menampilkan kekuatan sinyal secara real-time sehingga posisi antena dapat diatur lebih tepat, sehingga koneksi menjadi lebih stabil dan minim gangguan.

    Pada gambar tersebut, tidak ada data yang muncul karena interface wlan1 belum terhubung ke perangkat lain. Alignment hanya akan menampilkan informasi jika sudah ada koneksi wireless yang aktif.


4. Sniffer.

    Sniffer berfungsi untuk menangkap dan menganalisis lalu lintas data (packet) yang melewati interface jaringan. Tool ini memungkinkan pengguna melihat aktivitas jaringan secara detail, seperti sumber, tujuan, dan jenis paket yang dikirim, sehingga dapat digunakan untuk monitoring dan troubleshooting jaringan.


5. Snooper.

    Snooper berfungsi untuk memonitor koneksi wireless yang sedang aktif secara real-time. Tool ini digunakan untuk melihat device mana saja yang terhubung dan bagaimana kualitas koneksinya, tanpa perlu menangkap detail paket seperti sniffer. Dn terdapat beberapa informasi disini.

    Informasi pertama adalah Channel (warna hijau), yaitu frekuensi atau channel yang digunakan oleh perangkat wireless untuk berkomunikasi. Channel ini menentukan jalur sinyal dan berpengaruh terhadap interferensi jaringan.

    Informasi kedua adalah Address (warna hijau muda), yaitu MAC Address dari perangkat wireless yang berfungsi sebagai identitas fisik perangkat.

    Informasi ketiga adalah SSID (warna biru tua), yaitu nama dari jaringan Wi-Fi yang dipancarkan oleh perangkat.

    Informasi keempat adalah Signal (warna biru muda), yaitu kekuatan sinyal wireless yang diterima, diukur dalam dBm. Semakin mendekati 0, maka sinyal semakin kuat.

    Informasi kelima adalah Of Freq (%) (warna ungu), yaitu persentase penggunaan frekuensi/channel oleh perangkat lain. Nilai yang tinggi menunjukkan channel tersebut padat dan berpotensi mengalami interferensi.

    Informasi keenam adalah Of Traf (%) (warna ungu tua), yaitu persentase traffic data yang sedang berjalan pada channel tersebut. Semakin tinggi nilainya, semakin sibuk jaringan tersebut.

    Informasi ketujuh adalah Bandwidth (warna oranye), yaitu kecepatan transfer data yang sedang digunakan oleh perangkat, biasanya ditampilkan dalam kbps.

    Informasi kedelapan adalah Networks (warna merah), yaitu jumlah jaringan wireless (SSID) yang berada pada channel tersebut.

    Informasi kesembilan adalah Stations (warna hijau tua), yaitu jumlah perangkat/client yang terhubung ke jaringan wireless tersebut.


6. Security Profiles.

    Security Profiles berfungsi untuk mengatur sistem keamanan pada jaringan wireless (Wi-Fi) di perangkat MikroTik. Melalui fitur ini, kita bisa menentukan metode autentikasi dan enkripsi agar hanya pengguna yang memiliki izin yang bisa terhubung ke jaringan. Terdapat 3 Mode (Dynamic Keys, Static Keys Optional, Static Keys Required).

1.)    Dynamic Keys.

    Mode Dynamic Keys adalah mode keamanan yang menggunakan kunci enkripsi yang berubah secara otomatis (dinamis), umumnya digunakan pada WPA, WPA2, dan WPA3. Mode ini mendukung beberapa metode autentikasi seperti WPA-PSK, WPA2-PSK, WPA-EAP, dan WPA2-EAP, sehingga dapat menggunakan password maupun server RADIUS.

    Fungsinya adalah untuk memberikan tingkat keamanan yang tinggi pada jaringan wireless, karena kunci enkripsi selalu diperbarui sehingga lebih sulit diretas. Oleh karena itu, mode ini menjadi yang paling direkomendasikan dan umum digunakan pada jaringan Wi-Fi modern.

2.)    Static Keys Optional

    Mode Static Keys Optional adalah mode yang memungkinkan penggunaan enkripsi maupun tanpa enkripsi (open). Artinya, jaringan tetap dapat berjalan tanpa key, atau dapat menggunakan kunci statis seperti WEP jika diaktifkan.

    Fungsinya adalah memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jaringan, namun tingkat keamanannya rendah karena enkripsi tidak wajib digunakan. Mode ini biasanya digunakan pada jaringan terbuka atau kebutuhan tertentu yang tidak memerlukan keamanan tinggi.

3.)    Static Keys Required.

    Mode Static Keys Required adalah mode yang mewajibkan penggunaan kunci statis dalam proses autentikasi, biasanya menggunakan WEP. Dalam mode ini, perangkat tidak dapat terhubung jika tidak memiliki key yang sesuai.

    Fungsinya adalah memberikan keamanan dasar pada jaringan wireless karena tetap menggunakan password. Namun, karena kunci bersifat statis dan tidak berubah, tingkat keamanannya lebih rendah dibandingkan Dynamic Keys dan sudah jarang digunakan pada jaringan modern.



Penutup

    Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Tools Wireless pada MikroTik seperti Scanner, Frequency Usage, Alignment, Sniffer, dan Snooper sangat membantu dalam analisis dan monitoring jaringan, serta didukung oleh Security Profiles untuk menjaga keamanan jaringan. Dengan memahami fungsi masing-masing, diharapkan konfigurasi wireless dapat berjalan lebih optimal, stabil, dan aman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router