Lab 1 Point To Point (PTP) Bridge
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pendahuluan
Pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari kembali konfigurasi Point to Point (PTP) dengan tambahan konfigurasi Bridge. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menghubungkan dua laptop agar dapat saling terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan yang telah dikonfigurasi.
Pada lab ini, digunakan sebuah topologi jaringan yang terdiri dari dua laptop dan dua router. Laptop 1 terhubung ke Router 1 melalui interface Ether1, kemudian Router 1 terhubung ke Router 2 menggunakan interface Wlan1 (wireless). Selanjutnya, Router 2 terhubung ke Laptop 2 melalui interface Ether1. Pengalamatan IP pada masing-masing perangkat telah disesuaikan dan dapat dilihat pada gambar topologi yang disediakan.
Step by Step
1. Konfigurasi Pada Router AP.
1.) Langkah pertama, lakukan konfigurasi pada Router 1 yang akan difungsikan sebagai Access Point (AP). Buka menu Wireless, lalu aktifkan interface wlan1.
Selanjutnya, masuk ke tab Wireless dan ubah mode menjadi Bridge, atur Band ke 2GHz-B/G/N, serta sesuaikan SSID sesuai kebutuhan. Aktifkan Advanced Mode, kemudian ubah Radio Name sesuai keinginan, dan Country pilih Indonesia. Jika sudah, klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.
3.) Selanjutnya, kita akan menambahkan konfigurasi Bridge untuk menggabungkan interface Ether1 dan Wlan1. Buka menu Bridge, kemudian klik tombol + untuk menambahkan bridge baru.
Pada bagian Name, sesuaikan dengan kebutuhan atau penamaan yang diinginkan. Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
4.) Berikutnya, tambahkan interface yang akan dimasukkan ke dalam Bridge yang telah dibuat. Masuk ke tab Port, kemudian klik tombol + untuk menambahkan port baru.
Kemudian, pilih interface wlan1 dan ether1, lalu masukkan keduanya ke dalam Bridge yang sudah dibuat sebelumnya. Jika sudah, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
5.) Tambahkan alamat IP pada router melalui menu IP, kemudian pilih Addresses. Klik tombol + untuk menambahkan IP address baru.
Masukkan alamat IP, misalnya 45.45.45.2/24, lalu pilih Interface yaitu Bridge1 (bridge yang telah dibuat). Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
2. Konfigurasi pada Router Client.
1.) Pada Router Client, buka menu Wireless lalu aktifkan interface wlan1. Masuk ke tab Wireless untuk melakukan pengaturan.
Ubah mode menjadi Station Bridge, atur Band ke 2GHz-B/G/N, dan sesuaikan SSID dengan Access Point. Aktifkan Advanced Mode dan ubah Radio Name sesuai kebutuhan, lalu Country ubah menjadi Indonesia, kemudian klik Apply dan OK.
2.) Tambahkan konfigurasi Bridge seperti pada Router AP. Buka menu Bridge, kemudian klik tombol + untuk menambahkan bridge baru.
Pada bagian Name, sesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
3.) Tambahkan port yang akan dimasukkan ke dalam Bridge seperti pada Router AP. Masuk ke tab Port, kemudian klik tombol + untuk menambahkan port.
Pilih interface wlan1 dan ether1, lalu masukkan keduanya ke dalam Bridge yang telah dibuat. Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
4.) Tambahkan alamat IP pada router melalui menu IP, kemudian pilih Addresses. Klik tombol + untuk menambahkan IP address baru.
Masukkan alamat IP, misalnya 45.45.45.3/24, lalu pilih Interface yaitu Bridge1 (bridge yang telah dibuat). Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
5.) Kembali ke menu Wireless, kemudian lakukan double klik pada interface wlan1. Setelah itu, pilih menu Scan pada bagian Tools, lalu klik Start untuk memulai pencarian jaringan.
Cari SSID yang telah dibuat pada Router AP, kemudian pilih jaringan tersebut dan klik Connect untuk menghubungkannya.
3. Setting IP Static di Laptop 1&2.
1.) Pada Laptop 1, buka Control Panel → Network and Internet → Network and Sharing Center → Change adapter settings.
Double klik Ethernet, pilih Properties → Internet Protocol Version 4 (IPv4) → Properties, lalu ubah ke Use the following IP address. Isi IP 45.45.45.1 dan subnet mask 255.255.255.0, kemudian klik OK.
2.) Lakukan konfigurasi yang sama pada Laptop 2. Buka pengaturan IPv4, lalu ubah ke Use the following IP address.
Masukkan IP address 45.45.45.4 dengan subnet mask 255.255.255.0, kemudian klik OK untuk menyimpan pengaturan.
4. Registration, dan Ping.
1.) Untuk memastikan koneksi berhasil, buka menu Wireless → Registration pada Router Client. Jika wlan1 sudah menampilkan MAC Address dan terhubung ke Access Point, berarti koneksi sudah berhasil.
(Router AP)
(Router Client)
Nilai Signal, Signal to Noise, dan CCQ menunjukkan kualitas koneksi. Jika nilainya baik, maka komunikasi antar perangkat berjalan dengan lancar.
2.) Untuk menguji apakah kedua laptop sudah saling terhubung, buka Command Prompt (CMD) pada masing-masing laptop. Lakukan ping dari Laptop 1 ke Laptop 2 dengan perintah ping 45.45.45.4, dan dari Laptop 2 ke Laptop 1 dengan perintah ping 45.45.45.1.
(Laptop 1 ke 2)
(Laptop 2 ke 1)
Jika hasil yang muncul adalah Reply, maka koneksi antar kedua laptop telah berhasil.
Penutup
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, konfigurasi Point to Point (PTP) dengan penambahan Bridge berhasil menghubungkan dua router melalui koneksi wireless serta menggabungkan interface Ethernet dan Wlan dalam satu jaringan. Dengan konfigurasi ini, kedua laptop yang terhubung pada masing-masing router dapat saling berkomunikasi.
Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian menggunakan ping yang menunjukkan Reply, sehingga dapat disimpulkan bahwa konfigurasi jaringan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan praktikum.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar