Setelah proses tersebut, Anda akan kembali ke pengaturan interface wlan1. Pada bagian Security Profile, ubah menjadi profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Pastikan sudah sesuai, lalu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
7.) Selanjutnya, kita akan melakukan permintaan alamat IP secara otomatis (DHCP) dari jaringan WiFi yang telah terhubung. Untuk melakukannya, buka menu IP, kemudian pilih DHCP Client. Pada menu ini, kita akan menambahkan konfigurasi agar router dapat memperoleh IP Address, Gateway, dan DNS secara otomatis dari jaringan WiFi tersebut.
8.) Selanjutnya, klik tombol Add (+) pada menu DHCP Client untuk menambahkan konfigurasi baru. Pada bagian Interface, pilih wlan1 karena interface tersebut yang terhubung ke WiFi sumber internet. Setelah itu, klik Apply, lalu OK. Jika konfigurasi berhasil, router akan otomatis mendapatkan IP Address, Gateway, dan DNS dari jaringan WiFi tersebut.
9.) Selanjutnya, kita akan menghubungkan R1 dengan R2 melalui interface ether2, sehingga perlu dilakukan penambahan IP Address pada interface tersebut. Buka menu IP, lalu pilih Addresses.
Klik tombol Add (+), kemudian masukkan IP Address yang diinginkan dengan prefix /24 (misalnya 19.19.19.1/24). Pada bagian Interface, pilih ether2, lalu klik Apply dan OK. Dengan langkah ini, interface ether2 pada R1 sudah memiliki alamat IP dan siap terhubung ke R2.
10.) Selanjutnya, kita akan membuat DHCP Server untuk membagikan IP Address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Buka menu IP, kemudian pilih DHCP Server untuk memulai proses konfigurasi DHCP pada interface yang telah ditentukan.
11.) Pada menu DHCP Server, klik tombol DHCP Setup untuk memulai konfigurasi otomatis. Kemudian pilih Interface ether2, karena interface tersebut yang akan membagikan IP Address ke perangkat atau router R2.
Setelah itu, klik Next secara bertahap hingga proses selesai. Pastikan setiap pengaturan seperti DHCP Address Space, Gateway, dan DNS sudah sesuai dengan jaringan yang digunakan. Jika tidak ada kesalahan, maka DHCP Server pada ether2 berhasil dibuat dan siap mendistribusikan IP Address secara otomatis.
12.) Selanjutnya, kita akan menambahkan konfigurasi NAT melalui terminal agar koneksi dari jaringan lokal dapat diteruskan melalui interface wlan1. Buka menu New Terminal, kemudian masukkan perintah untuk menambahkan rule NAT dengan chain=srcnat, out-interface=wlan1, dan action=masquerade, lalu tekan Enter untuk menjalankan perintah tersebut.
Setelah rule ditambahkan, lakukan pengecekan dengan memasukkan perintah untuk menampilkan daftar NAT. Jika rule yang telah dibuat muncul dalam daftar, maka konfigurasi NAT telah berhasil diterapkan dan router siap meneruskan akses internet ke perangkat client.
13.) Sebagai tahap terakhir, lakukan pengujian koneksi internet dengan melakukan ping ke 8.8.8.8 atau ke domain google.com melalui menu New Terminal.
Jika hasil yang muncul adalah reply, maka dapat dipastikan bahwa konfigurasi telah berhasil dan perangkat sudah terhubung ke internet dengan baik.
2. Konfigurasi R2 VAP.
1.) Selanjutnya, lakukan konfigurasi pada Router 2 yang akan difungsikan sebagai pemancar (VAP). Buka Winbox dan pastikan sudah terhubung ke Router 2, kemudian masuk ke menu New Terminal.
Pada terminal, ubah identitas router dengan perintah system identity set name=VAP (nama dapat disesuaikan), lalu tekan Enter. Jika berhasil, identitas router akan berubah sesuai dengan nama yang telah ditentukan.
2.)
Pastikan R2 sudah terhubung ke R1 melalui interface yang digunakan (misalnya ether1 atau ether2), kemudian buka menu
IP dan pilih
DHCP Client untuk menambahkan konfigurasi agar R2 dapat memperoleh IP address secara otomatis dari R1.
3.) Setelah jendela DHCP Client terbuka, klik tombol “+”, kemudian pilih interface ether1 (atau interface yang terhubung ke R1). Setelah itu, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi agar R2 dapat menerima IP address secara otomatis dari R1.
Setelah konfigurasi ditambahkan, akan muncul IP address yang diperoleh secara otomatis pada daftar DHCP Client dengan status bound, yang menandakan bahwa R2 telah berhasil menerima IP dari R1 dan koneksi sudah aktif.
4.) Selanjutnya, lakukan pengujian koneksi pada R2 untuk memastikan router sudah terhubung ke internet. Buka menu New Terminal, kemudian jalankan perintah ping 8.8.8.8 untuk menguji akses ke jaringan luar.
Jika hasil yang muncul adalah reply, maka R2 telah berhasil terhubung ke internet dan konfigurasi berjalan dengan baik.
5.) Karena R2 akan difungsikan sebagai pemancar (VAP), maka kita perlu mengaktifkan interface wlan1 terlebih dahulu. Buka menu Wireless, lalu pilih interface wlan1 yang masih dalam kondisi tidak aktif (ditandai dengan tanda X dan berwarna abu-abu).
Klik Enable (ikon centang) untuk mengaktifkannya. Jika berhasil, tampilan wlan1 tidak lagi berwarna abu-abu dan tanda X akan hilang, menandakan bahwa interface sudah aktif dan siap dikonfigurasi.
6.) Selanjutnya, kita akan membuat password untuk SSID pertama (Access Point utama). Masuk ke menu Wireless, kemudian pilih tab Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk menambahkan profil keamanan baru.
Pada bagian Name, isi sesuai kebutuhan. Ubah Mode menjadi Dynamic Keys, kemudian pada Authentication Types centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Selanjutnya, masukkan password yang diinginkan pada kolom WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key. Jika sudah selesai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
7.) Selanjutnya, kembali ke tab Wireless Interfaces, lalu lakukan double click pada wlan1 untuk membuka pengaturannya. Ubah Mode menjadi ap bridge, kemudian pada bagian Band pilih 2GHz-B/G/N dan atur Frequency secara manual (disarankan tidak menggunakan auto).
Isi kolom SSID sesuai nama yang diinginkan, kemudian pada bagian Security Profile pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Jika semua pengaturan sudah sesuai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
Setelah pengaturan di-Apply, SSID yang telah dibuat akan langsung muncul pada daftar WiFi di perangkat Anda. Hal ini menandakan bahwa Access Point sudah aktif dan siap digunakan untuk koneksi.
8.) Setelah SSID muncul, jaringan tersebut belum dapat digunakan karena belum memiliki IP Address sebagai gateway. Oleh karena itu, kita perlu menambahkan IP terlebih dahulu pada interface wireless.
Buka menu IP, kemudian pilih Addresses untuk menambahkan IP Address yang akan digunakan sebagai gateway bagi perangkat yang terhubung ke SSID tersebut.
Pada jendela Address List, klik “+”, masukkan IP Address sesuai kebutuhan, lalu pilih interface wlan1 sebagai gateway jaringan wireless, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
9.) Selanjutnya, kita akan membuat VAP (Virtual Access Point). Masuk ke menu Wireless, kemudian klik tombol “+” dan pilih Virtual untuk menambahkan interface wireless virtual baru pada router.
10.) Selanjutnya, tambahkan password untuk interface VAP yang telah dibuat. Masuk ke menu Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk membuat profil keamanan baru.
Pada bagian Name, isi sesuai kebutuhan. Ubah Mode menjadi Dynamic Keys, kemudian pada Authentication Types centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Selanjutnya, masukkan password yang diinginkan pada kolom WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key. Jika sudah selesai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan pengaturan.
11.) Selanjutnya, kembali ke menu Wireless Interfaces, lalu lakukan double click pada wlan2 (interface virtual yang telah dibuat). Ubah Mode menjadi ap bridge, isi SSID sesuai dengan nama yang diinginkan, kemudian pada bagian Security Profile pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya.
Pada bagian Master Interface, pilih wlan1. Master Interface adalah interface utama yang menjadi dasar atau induk dari interface virtual (VAP). Karena wlan2 adalah Virtual Access Point, maka ia harus menempel pada interface fisik utama, yaitu wlan1, agar dapat memancarkan sinyal menggunakan radio yang sama. Setelah semua pengaturan sesuai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
12.) Karena SSID dari wlan2 sudah muncul tetapi belum dapat digunakan, maka kita perlu menambahkan IP Address sebagai gateway untuk interface tersebut. Buka menu IP, kemudian pilih Addresses.
Klik tombol “+”, lalu masukkan IP Address sesuai dengan jaringan yang akan digunakan. Pada bagian Interface, pilih wlan2, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi agar jaringan VAP dapat digunakan oleh perangkat client.
13.) Meskipun kedua interface sudah memancarkan SSID, jaringan tersebut masih belum dapat digunakan karena belum ada layanan pembagian IP otomatis. Oleh karena itu, kita perlu melakukan konfigurasi DHCP Server pada wlan1.
Buka menu IP, lalu pilih DHCP Server, kemudian klik DHCP Setup. Pilih interface wlan1, lalu klik Next dan lanjutkan proses hingga setup selesai. Setelah konfigurasi berhasil, perangkat yang terhubung ke SSID wlan1 akan mendapatkan IP address secara otomatis.
14.) Selanjutnya, untuk wlan2 kita akan mengaktifkan fitur Hotspot. Buka menu IP, kemudian pilih Hotspot, lalu klik Hotspot Setup untuk memulai konfigurasi.
Pilih interface wlan2, lalu klik Next hingga ke bagian DNS Name dan masukkan nama bebas dengan akhiran .net (misalnya namahotspot.net). Lanjutkan ke tahap pengaturan username dan password Hotspot (biasanya default admin dan password bisa dikosongkan atau diisi sesuai kebutuhan), kemudian klik Next sampai setup selesai. Setelah konfigurasi berhasil, setiap pengguna yang terhubung ke wlan2 harus login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet.
15.) Selanjutnya, tambahkan konfigurasi NAT agar koneksi dari jaringan lokal dapat diteruskan ke R1 melalui ether1. Buka menu IP, lalu pilih Firewall, kemudian masuk ke tab NAT dan klik tombol “+” untuk menambahkan rule baru.


Pada tab General, pastikan Chain dipilih srcnat, dan pada bagian Out. Interface pilih ether1 karena R2 terhubung ke R1 melalui interface tersebut. Setelah itu, pindah ke tab Action, ubah Action menjadi masquerade, lalu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
3. Pengujian terhubung ke WiFi
1.) Selanjutnya, hubungkan laptop ke SSID wlan1 yang telah dibuat. Setelah berhasil terhubung, buka Control Panel, masuk ke bagian Network and Internet, lalu pilih Network Connections. Klik pada WiFi, kemudian pilih Status dan tekan Details untuk melihat informasi jaringan seperti IPv4 Address, Gateway, dan DNS yang diperoleh dari router.
Setelah memastikan laptop mendapatkan IP address, buka Command Prompt (CMD) lalu lakukan pengujian dengan perintah ping 8.8.8.8. Jika hasil yang muncul adalah reply, maka laptop telah berhasil terhubung ke internet melalui jaringan yang telah dikonfigurasi.
2.) Untuk wlan2, pengujian dilakukan menggunakan handphone. Hubungkan handphone ke SSID wlan2, lalu setelah berhasil terhubung akan muncul halaman login (karena interface ini menggunakan sistem Hotspot). Pada halaman tersebut, masukkan username: admin dan biarkan password kosong, kemudian tekan Connect hingga perangkat berhasil terhubung ke internet.
Login ini diperlukan karena fitur Hotspot bekerja dengan sistem autentikasi pengguna. Artinya, setiap perangkat yang terhubung harus melewati proses login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet. Tujuannya adalah untuk mengontrol akses pengguna, membatasi siapa saja yang boleh menggunakan jaringan, serta memungkinkan pengelolaan user (misalnya pembatasan waktu atau bandwidth).
3.) Untuk melihat berapa perangkat yang terhubung ke wlan1 atau wlan2, buka menu Wireless, lalu masuk ke tab Registration untuk melihat daftar perangkat yang sedang terkoneksi secara wireless. Selain itu, Anda juga dapat mengeceknya melalui menu IP → DHCP Server → Leases untuk melihat perangkat mana saja yang telah memperoleh IP address dari router.
Penutup
Pada konfigurasi ini, Router 2 berhasil difungsikan sebagai pemancar tambahan dengan membuat Access Point utama (wlan1) dan Virtual Access Point (wlan2). Interface wlan1 digunakan sebagai jaringan wireless biasa dengan sistem DHCP, sedangkan wlan2 dikonfigurasi menggunakan fitur Hotspot sehingga setiap pengguna harus melakukan login sebelum dapat mengakses internet. Dengan penambahan IP Address, DHCP Server, Hotspot Setup, serta NAT, kedua jaringan wireless tersebut kini dapat digunakan sesuai fungsinya. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa satu perangkat router dapat melayani lebih dari satu jaringan wireless dengan sistem keamanan dan manajemen akses yang berbeda secara bersamaan.
Komentar
Posting Komentar