Lab 5.2 Point To MultiPoint (PTMP)

 Pendahuluan

    Pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari konsep PTMP (Point to MultiPoint). PTMP adalah metode jaringan di mana satu perangkat pusat bertindak sebagai pemancar dan mendistribusikan koneksi ke beberapa perangkat penerima secara bersamaan. Secara sederhana, satu sumber internet dapat dibagikan ke banyak perangkat dalam satu waktu melalui koneksi wireless. Konsep ini berbeda dengan PTP (Point to Point), yang hanya menghubungkan satu perangkat ke satu perangkat lainnya secara langsung. Jika PTP bersifat satu ke satu, maka PTMP bersifat satu ke banyak.

    Pada praktik kali ini, konfigurasi akan dilakukan menggunakan topologi sederhana. Router R1 terhubung langsung ke internet dan berfungsi sebagai pemancar atau Access Point. Router R2 menerima koneksi internet dari R1 melalui jaringan wireless. Selain itu, terdapat empat handphone yang terhubung ke internet melalui koneksi wireless dari R1, serta dua laptop yang memperoleh akses internet melalui R2. Dengan skema ini, R1 berperan sebagai pusat distribusi jaringan, sementara perangkat lainnya bertindak sebagai penerima dalam sistem Point to MultiPoint.


Step by Step

1. Konfigurasi R1 (Pemancar / Access Point)

1.)    Pertama, kita akan melakukan konfigurasi pada R1. Buka aplikasi Winbox, kemudian pada panel menu sebelah kiri pilih menu Wireless. Setelah jendela Wireless terbuka, akan terlihat satu interface wireless yaitu wlan1 dalam kondisi tidak aktif (biasanya ditandai dengan tulisan berwarna abu-abu).

    Untuk mengaktifkannya, klik pada interface wlan1, lalu tekan tombol Enable (ikon centang). Setelah itu, pastikan tulisan wlan1 tidak lagi berwarna abu-abu, yang menandakan bahwa interface wireless sudah aktif dan siap untuk dikonfigurasi lebih lanjut.


2.)    Selanjutnya, kita akan melakukan konfigurasi DHCP Client pada interface yang terhubung ke ISP atau sumber internet. Langkah ini bertujuan agar router R1 dapat memperoleh alamat IP secara otomatis dari ISP, sehingga nantinya seluruh client dapat terhubung ke internet dengan benar. 

    Pada Winbox, buka menu IP di bagian sebelah kiri, kemudian pilih DHCP Client. Dari menu inilah kita akan menambahkan konfigurasi DHCP Client pada interface yang terhubung ke ISP.

3.)    Selanjutnya, periksa router secara fisik untuk memastikan port mana yang terhubung ke ISP. Setelah mengetahui port yang digunakan, pilih interface yang sesuai pada kolom Interface di pengaturan DHCP Client. Sebagai contoh, jika kabel ISP terhubung ke port ether1, maka pilih ether1 sebagai interface yang digunakan.

    Setelah interface dipilih dengan benar, klik Apply, kemudian OK. Jika konfigurasi berhasil, router akan otomatis mendapatkan IP Address dari ISP.

4.)    Setelah konfigurasi selesai, perhatikan daftar pada jendela DHCP Client. Jika proses berhasil, akan muncul alamat IP yang diperoleh dari ISP secara otomatis.

    Pastikan status yang terlihat adalah “bound”. Status bound menandakan bahwa router telah berhasil menerima dan menggunakan IP address dari ISP. Dengan demikian, R1 sudah terhubung ke internet dan siap untuk melanjutkan konfigurasi berikutnya.

5.)    Selanjutnya, kita perlu memastikan bahwa R1 benar-benar sudah terhubung ke ISP. Untuk mengeceknya, pada Winbox pilih menu IP, kemudian klik Routes.

    Pada jendela Routes, perhatikan apakah terdapat Gateway yang mengarah ke IP dari ISP, misalnya 172.18.0.1. Jika gateway tersebut muncul secara otomatis, berarti router sudah menerima informasi routing dari ISP melalui DHCP Client dan siap meneruskan lalu lintas data ke jaringan internet.

6.)    Selanjutnya, buka menu New Terminal pada Winbox. Pada tahap ini, kita akan mengubah identitas router R1 agar lebih mudah dikenali sesuai dengan kebutuhan konfigurasi atau nama kelompok masing-masing.

    Di dalam terminal, ketik perintah untuk mengatur system identity dengan format system identity set name=NamaRouter, misalnya menggunakan nama AP-Kelompok-9 (nama dapat disesuaikan). Setelah menekan Enter, identitas MikroTik akan langsung berubah sesuai dengan nama yang telah ditentukan. Perubahan ini biasanya terlihat pada bagian atas jendela Winbox sebagai tanda bahwa konfigurasi berhasil diterapkan.

7.)    Setelah itu, lakukan pengujian koneksi untuk memastikan R1 benar-benar dapat terhubung ke ISP. Pengujian ini dilakukan dengan melakukan ping ke alamat IP Gateway yang telah diperoleh sebelumnya.

    Pada menu New Terminal, ketik perintah ping ke IP Gateway, misalnya ping 172.18.0.1 (sesuaikan dengan IP Gateway masing-masing). Jika hasil yang muncul adalah reply, maka dapat dipastikan bahwa router R1 telah berhasil terhubung ke ISP dan koneksi internet sudah berjalan dengan baik.

8.)    Selanjutnya, lakukan pengujian koneksi internet secara menyeluruh dengan melakukan ping ke domain dan ke DNS publik. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa router tidak hanya terhubung ke gateway ISP, tetapi juga dapat mengakses internet dan melakukan proses resolusi DNS.

    Pada menu New Terminal, ketik perintah ping google.com dan kemudian ping 8.8.8.8. Jika kedua perintah tersebut menghasilkan reply, maka dapat dipastikan bahwa router sudah berhasil terhubung ke internet dan layanan DNS berfungsi dengan baik.

9.)    Selanjutnya, masuk kembali ke menu Wireless, kemudian pada jendela Wireless Tables pilih tab Security Profiles. Menu ini digunakan untuk mengatur sistem keamanan jaringan wireless, termasuk pengaturan password yang akan digunakan pada Access Point.

    Setelah berada di tab Security Profiles, klik tombol + untuk menambahkan profil keamanan baru. Pada bagian inilah kita akan membuat dan mengatur password yang nantinya digunakan untuk mengamankan jaringan wireless dari Access Point yang akan dikonfigurasi.

10.)    Pada jendela New Security Profile, pada bagian Name isi dengan nama profil sesuai kebutuhan (misalnya disesuaikan dengan nama kelompok atau nama jaringan). Pada bagian Mode, pilih Dynamic Keys agar sistem keamanan menggunakan enkripsi dengan kunci dinamis.

    Selanjutnya, pada bagian Authentication Types, centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Kemudian pada kolom WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password yang akan digunakan untuk Access Point. Pastikan password cukup kuat agar jaringan lebih aman. Setelah seluruh pengaturan selesai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.

11.)    Setelah konfigurasi disimpan, pada tab Security Profiles akan terlihat bahwa profil keamanan yang telah dibuat sudah muncul dalam daftar. Hal ini menandakan bahwa pengaturan password dan sistem keamanan berhasil diterapkan dan siap digunakan pada Access Point.

12.)    Selanjutnya, pada jendela Wireless Tables, pilih tab WiFi Interfaces, kemudian klik dua kali (double click) pada interface wlan1 untuk membuka pengaturan dan melanjutkan proses konfigurasi Access Point.

13.)    Setelah melakukan double click pada wlan1, akan muncul jendela Interface <wlan1> untuk melakukan pengaturan. Pada bagian Mode, pilih ap bridge agar router berfungsi sebagai Access Point. Pada bagian Band, pilih 2GHz-B/G/N, kemudian atur Frequency secara manual (disarankan tidak menggunakan mode auto agar koneksi lebih stabil dan tidak mudah berubah).

    Selanjutnya, pada kolom SSID, isi dengan nama Access Point sesuai keinginan. Pada bagian Security Profile, pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Jika ingin mengubah Radio Name, aktifkan Advanced Mode yang berada di bagian kanan jendela pengaturan, kemudian lakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Apply dan OK.

14.)    Setelah konfigurasi selesai, pada menu WiFi di perangkat (seperti handphone atau laptop) akan terlihat nama SSID yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa Access Point sudah berhasil memancarkan sinyal wireless.

    Namun, jaringan tersebut belum dapat digunakan untuk mengakses internet karena router belum memberikan IP address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung. Oleh karena itu, diperlukan konfigurasi tambahan agar client dapat memperoleh IP dan terhubung ke internet dengan baik.

15.)    Untuk menambahkan pengalamatan IP pada router, buka menu IP pada Winbox, kemudian pilih Addresses. Melalui menu inilah kita akan menambahkan IP Address yang nantinya digunakan sebagai gateway bagi perangkat yang terhubung ke jaringan wireless.

16.)    Pada jendela Address List, klik tombol “+” untuk menambahkan IP Address baru. Pada kolom Address, masukkan IP sesuai kebutuhan jaringan, dan pastikan menggunakan akhiran /24 (yang umum digunakan untuk jaringan lokal). Selanjutnya, pada bagian Interface, pilih wlan1 karena IP ini akan digunakan sebagai gateway untuk jaringan wireless. Setelah selesai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.

17.)    Setelah konfigurasi disimpan, pada jendela Address List akan terlihat IP Address yang telah ditambahkan sebelumnya. Munculnya IP tersebut menandakan bahwa router sudah memiliki alamat IP pada interface wlan1 dan siap digunakan sebagai gateway untuk perangkat yang terhubung ke jaringan wireless.

18.)    Selanjutnya, kita akan membuat DHCP Server agar router dapat membagikan IP address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung. Pada Winbox, pilih menu IP, kemudian klik DHCP Server untuk memulai proses konfigurasi DHCP Server pada jaringan wireless.

19.)    Pada jendela DHCP Server, masuk ke tab DHCP, kemudian klik tombol DHCP Setup untuk memulai konfigurasi otomatis. Pada tahap pemilihan interface, pilih wlan1 sebagai server yang akan membagikan IP kepada client, lalu klik Next dan lanjutkan proses hingga selesai dengan mengikuti pengaturan default yang disarankan.

20.)    Setelah proses setup selesai, pada tab DHCP akan terlihat DHCP Server yang telah dibuat sebelumnya. Jika tampilannya masih berwarna merah, hal tersebut menunjukkan bahwa belum ada perangkat (client) yang terhubung ke jaringan R1.

    Status ini normal dan bukan merupakan kesalahan konfigurasi. Warna merah akan berubah menjadi aktif ketika sudah ada perangkat yang terhubung dan menerima IP address dari DHCP Server tersebut.

21.)    Selanjutnya, kita akan menambahkan konfigurasi NAT (Network Address Translation) pada firewall agar koneksi internet dari interface yang terhubung ke ISP dapat diteruskan ke jaringan lain. Dalam topologi ini, sumber internet masuk melalui ether1, sehingga NAT perlu dibuat pada interface tersebut agar perangkat di jaringan lokal dapat mengakses internet.

    Melalui menu New Terminal, masukkan perintah untuk menambahkan rule NAT dengan chain srcnat, menggunakan out-interface=ether1, dan action masquerade, kemudian tekan Enter. Setelah itu, untuk memastikan rule sudah berhasil ditambahkan, masukkan perintah untuk menampilkan daftar NAT. Jika rule tersebut muncul dalam daftar, berarti konfigurasi NAT telah berhasil dan router siap membagikan akses internet ke client.


2. Konfigurasi R2 (Client)

1.)    Selanjutnya, kita akan melakukan konfigurasi pada R2 agar dapat menerima koneksi internet dari R1 melalui wireless, kemudian menyalurkannya kembali ke perangkat client melalui ether1 dan ether2.

    Buka aplikasi Winbox, lalu login ke router R2 menggunakan username admin (atau sesuai pengaturan masing-masing), kemudian klik Connect untuk masuk ke halaman konfigurasi dan memulai proses pengaturan.

2.)    Setelah berhasil masuk ke R2 melalui Winbox, buka menu New Terminal dan ubah identitas router dengan perintah system identity set name=Client-Kelompok-10 (nama dapat disesuaikan). Setelah menekan Enter, identitas router akan langsung berubah sebagai tanda bahwa konfigurasi berhasil diterapkan.

3.)    Selanjutnya, buka menu Wireless, kemudian aktifkan interface wlan1 dengan cara mengklik wlan1 lalu menekan tombol Enable (ikon centang). Jika berhasil, tulisan wlan1 tidak lagi berwarna abu-abu yang menandakan bahwa interface sudah aktif.


4.)    Selanjutnya, pada menu Wireless masuk ke tab Security Profiles, kemudian klik tombol “+” untuk menambahkan profil keamanan baru yang akan digunakan pada R2 saat terhubung ke Access Point R1.

5.)    Pada jendela New Security Profile, pada bagian Name isi sesuai kebutuhan (dapat disesuaikan dengan nama kelompok atau nama jaringan). Pada bagian Mode, pilih Dynamic Keys agar sistem keamanan menggunakan enkripsi dengan kunci dinamis.

    Selanjutnya, pada Authentication Types, centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Pada kolom WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password yang sama dengan password Access Point R1 agar R2 dapat terhubung dengan benar. Setelah selesai, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.

6.)    Selanjutnya, masuk ke tab WiFi Interfaces, kemudian lakukan double click pada wlan1 untuk membuka jendela pengaturan interface dan melanjutkan proses konfigurasi pada R2.

7.)    Pada jendela Interface <wlan1>, pada bagian Mode pilih station agar R2 berfungsi sebagai penerima (client) dari Access Point R1. Pada bagian Band, pilih 2GHz-B/G/N, kemudian atur Frequency secara manual (disarankan tidak menggunakan auto agar koneksi lebih stabil).

        Selanjutnya, pada kolom SSID, masukkan nama Access Point R1 secara tepat. Pada bagian Security Profile, pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Jika ingin mengubah Radio Name, aktifkan Advanced Mode di bagian kanan jendela, kemudian sesuaikan pengaturannya sesuai kebutuhan. Lalu Scan.

8.)    Lalu pastikan interface yang digunakan adalah wlan1. Setelah itu, klik Start untuk mulai mencari jaringan wireless yang tersedia, kemudian pilih SSID Access Point R1 yang akan dihubungkan lalu pilih Connect.


9.)    Setelah memilih SSID yang sesuai, Anda akan kembali ke jendela Interface <wlan1>. Pada tahap ini, perhatikan bahwa Mode akan otomatis berubah menjadi station bridge, menandakan bahwa R2 sudah siap terhubung sebagai client yang menjembatani jaringan dari R1.

    Jika pengaturan sudah sesuai, klik Apply, kemudian OK untuk menyimpan konfigurasi dan mengaktifkan koneksi ke Access Point R1.

10.)    Setelah konfigurasi disimpan, perhatikan pada daftar WiFi Interfaces bahwa status wlan1 berubah menjadi running. Status ini menandakan bahwa R2 telah berhasil terhubung ke Access Point R1 dan koneksi wireless sudah aktif.

11.)    Selanjutnya, kita akan menambahkan konfigurasi DHCP Client pada R2 agar dapat menerima IP address secara otomatis dari R1. Pada Winbox, pilih menu IP, kemudian klik DHCP Client untuk memulai proses pengaturannya.

12.)    Pada jendela DHCP Client, klik tombol “+” untuk menambahkan konfigurasi baru, kemudian pilih interface wlan1 karena R2 menerima koneksi internet melalui wireless dari R1. Setelah itu, klik Apply, lalu OK untuk menyimpan pengaturan.

    Setelah DHCP Client berhasil ditambahkan, akan muncul IP address yang diperoleh secara otomatis dengan status bound. Status ini menandakan bahwa R2 telah berhasil menerima IP dari R1 dan sudah terhubung ke jaringan.

13.)    Selanjutnya, lakukan pengujian koneksi untuk memastikan bahwa R2 telah terhubung dengan R1. Buka menu New Terminal, kemudian lakukan ping ke alamat IP gateway yang diperoleh R2 (sesuaikan dengan gateway masing-masing), misalnya dengan perintah ping 65.65.65.1.

    Jika hasil yang muncul adalah reply, maka dapat dipastikan bahwa R2 sudah berhasil terhubung ke R1 dan koneksi jaringan berjalan dengan baik.

14.)    Selanjutnya, kita akan menambahkan IP Address pada interface ether1 dan ether2 agar R2 dapat menyalurkan koneksi ke perangkat client. Pada Winbox, pilih menu IP, kemudian klik Addresses untuk memulai proses penambahan IP pada kedua interface tersebut.


15.)    Karena kita akan menambahkan IP Address untuk ether1 dan ether2, pada jendela Address List klik tombol “+”, kemudian masukkan IP Address sesuai dengan jaringan yang akan digunakan. Setelah itu, pada bagian Interface, pilih ether1 atau ether2 sesuai dengan port yang sedang dikonfigurasi.


    Jika pengaturan sudah sesuai, klik Apply, lalu OK. Lakukan langkah yang sama untuk interface lainnya hingga kedua port memiliki IP Address masing-masing dan siap digunakan untuk menghubungkan perangkat client.

16.)    Selanjutnya, tambahkan konfigurasi NAT (Network Address Translation) pada R2 agar koneksi dari jaringan lokal dapat diteruskan ke jaringan wireless (wlan1). Pada Winbox, pilih menu IP, kemudian masuk ke Firewall, lalu buka tab NAT.

    Klik tombol “+” untuk menambahkan rule baru. Pada tab General, pastikan Chain dipilih srcnat, kemudian pada bagian Out. Interface pilih wlan1 karena jalur keluar menuju R1 melalui interface tersebut. Setelah itu, pindah ke tab Action, lalu pilih masquerade sebagai action yang digunakan. Jika sudah sesuai, klik Apply, kemudian OK untuk menyimpan konfigurasi.




3. Konfigurasi Laptop Client.

1.)     Pada kedua laptop client, buka Control Panel, kemudian pilih Network and Internet dan masuk ke Network and Sharing Center. Di sini, Anda akan melihat daftar koneksi jaringan aktif pada laptop.


    Klik pada interface Ethernet yang terhubung ke router, lalu pilih Properties. Langkah ini akan membuka jendela pengaturan untuk koneksi jaringan tersebut, memungkinkan Anda mengakses berbagai opsi konfigurasi.


    Dari daftar komponen jaringan, cari dan pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik Properties. Di jendela ini, Anda dapat mengatur alamat IP sesuai kebutuhan, baik dengan menggunakan DHCP otomatis maupun dengan IP statis/manual, sehingga laptop dapat terhubung ke jaringan dengan benar.

    Untuk Settingan IPv4 Laptop Client 1 yang terhubung ke R2 dengan eth1:

    Untuk Settingan IPv4 Laptop Client 2 yang terhubung ke R2 dengan eth2:

2.)    Setelah pengaturan IP selesai, langkah selanjutnya adalah memastikan koneksi internet pada kedua laptop client. Buka Command Prompt (CMD) pada masing-masing laptop untuk melakukan pengecekan koneksi.

    Ketik perintah ping 8.8.8.8 untuk menguji koneksi ke server DNS Google, lalu ketik ping google.com untuk menguji koneksi ke situs web. Perintah ini akan mengirim paket data ke tujuan dan menunggu balasan.

    Hasil Laptop Client 1:

    Hasil Laptop Client 2:

    Jika kedua laptop menampilkan reply dari kedua perintah tersebut, artinya laptop-laptop tersebut telah berhasil terhubung ke internet. Jika tidak ada balasan, perlu diperiksa kembali pengaturan IP, koneksi kabel, atau pengaturan jaringan lainnya.


4. Menghubungkan Handphone dengan Access Point

 1.)    Untuk menghubungkan handphone ke Access Point, caranya sama seperti menghubungkan handphone ke jaringan Wi-Fi biasa. Buka pengaturan Wi-Fi pada handphone, pilih SSID (nama jaringan) Access Point yang ingin dihubungkan, lalu masukkan password jika diperlukan. Setelah terhubung, handphone akan mendapatkan akses ke jaringan dan internet melalui Access Point tersebut.

    Hasil Handphone 1:

    Hasil Handphone 2:

    Hasil Handphone 3:

    Hasil Handphone 4:


Penutup

  Kesimpulannya, dalam praktik ini kita berhasil mengkonfigurasi jaringan PTMP dengan R1 sebagai Access Point dan R2 sebagai client. R1 membagikan internet melalui wireless dengan pengaturan SSID, Security Profile, dan DHCP Server, sehingga empat handphone dapat terhubung secara wireless. R2 menerima koneksi dari R1, memperoleh IP secara otomatis, dan meneruskan koneksi ke dua laptop melalui ether1 dan ether2. Dengan NAT yang sudah diterapkan, seluruh perangkat client kini dapat terhubung ke internet dengan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router