Lab 5.1 Point To Point
Pendahuluan
Pada blog kali ini, kita akan membahas cara melakukan konfigurasi Point to Point (P2P/PTP) pada jaringan komputer. Point to Point (P2P/PTP) merupakan metode koneksi jaringan yang menghubungkan dua perangkat jaringan secara langsung tanpa menggunakan perangkat perantara seperti switch atau hub. Koneksi ini bersifat dedicated, yaitu jalur komunikasi hanya digunakan oleh dua titik perangkat tersebut. Metode ini umumnya digunakan untuk menghubungkan dua router, dua server, atau dua lokasi jaringan yang berbeda dalam suatu sistem jaringan.
Step by Step
1. Konfigurasi R1 (Pemancar)
1.) Pertama, masuk ke aplikasi Winbox untuk melakukan konfigurasi pada Router 1 (R1). Selanjutnya, lakukan login menggunakan akun admin, kemudian klik Connect untuk menghubungkan Winbox dengan router.
2.) Buka menu New Terminal pada panel sebelah kiri. Setelah jendela terminal terbuka, lakukan perubahan identitas Router 1 dengan memasukkan perintah system identity set name=R1-Kelompok10 (sebagai contoh), kemudian tekan Enter.
3.) Selanjutnya, tambahkan alamat IP pada interface wlan1 dengan memasukkan perintah ip address add address=10.10.10.1/29 interface=wlan1, kemudian tekan Enter. Mohon diperhatikan bahwa pada gambar terdapat kesalahan pengetikan, namun perintah yang benar adalah seperti yang dijelaskan pada langkah ini.
Pada gambar terlihat terdapat huruf “I” di samping nomor interface, yang menandakan status Invalid. Hal ini terjadi karena interface wlan1 belum diaktifkan, sehingga alamat IP yang telah ditambahkan belum dapat digunakan sebelum interface tersebut di-enable.
4.) Untuk mengaktifkan interface tersebut, masukkan perintah interface print pada terminal. Dari daftar interface yang ditampilkan, perhatikan nomor interface wlan1, karena nomor tersebut akan digunakan pada perintah selanjutnya untuk mengaktifkan interface.
5.) Karena interface wlan1 berada pada nomor 5, masukkan perintah interface enable numbers=5 untuk mengaktifkannya. Setelah itu, lakukan pengecekan kembali dengan menjalankan perintah interface pr guna memastikan bahwa interface tersebut sudah aktif.
6.) Selanjutnya, lakukan pengecekan pada daftar IP Address dengan memasukkan perintah ip address pr pada terminal untuk memastikan alamat IP telah terpasang dan statusnya aktif.
Pada tahap ini, terlihat bahwa huruf “I” sudah tidak muncul lagi, yang menandakan alamat IP pada interface wlan1 telah aktif dan dapat digunakan.
7.) Selanjutnya, buka menu Wireless pada Winbox untuk melanjutkan proses konfigurasi.
8.) Pada menu Wireless, pilih bagian Security Profiles, kemudian klik tombol ( + ) untuk menambahkan konfigurasi password baru. Selanjutnya, isi nama security profile, pilih Mode: Dynamic Keys, lalu centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Masukkan password yang akan digunakan pada kolom WPA PSK dan WPA2 PSK dengan password yang sama. Setelah selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
9.) Selanjutnya, kembali ke menu Wireless Interfaces, kemudian double click pada interface wlan1 untuk melakukan pengaturan lebih lanjut.
10.) Selanjutnya, ubah Mode menjadi Bridge, kemudian atur Band ke 2GHz-B/G/N. Isi SSID sesuai kebutuhan (contoh: Kelompok9-10). Setelah itu, masuk ke Advanced Mode, lalu ubah Radio Name (contoh: AP-Kel9-10). Terakhir, pada bagian Security Profile, pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya.
2. Konfigurasi R2 (Client)
1.) Selanjutnya, login ke Router 2 (R2) menggunakan aplikasi Winbox. Masuk dengan akun admin, kemudian klik Connect untuk menghubungkan Winbox dengan router.
2.) Lakukan perubahan identitas pada router dengan membuka menu New Terminal, kemudian masukkan perintah system identity set name=R2-Kelompok9 dan tekan Enter.
3.) Buka menu Wireless, kemudian klik wlan1 dan centang opsi Enable untuk mengaktifkan interface tersebut.
4.) Masuk ke menu Security Profiles, kemudian tambahkan konfigurasi keamanan sama persis seperti pada R1. Isi nama security profile, pilih Mode: Dynamic Keys, lalu centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Masukkan password yang akan digunakan pada kolom WPA PSK dan WPA2 PSK dengan password yang sama. Setelah selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
5.) Masuk ke menu Wireless Interfaces, kemudian double click pada wlan1. Ubah Mode menjadi Station, lalu atur Band ke 2GHz-B/G/N. Isi SSID sesuai kebutuhan (contoh: Kelompok9-10). Setelah itu, masuk ke Advanced Mode dan ubah Radio Name (contoh: Client-Kel9-10). Terakhir, pada bagian Security Profile, pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya.
6.) Selanjutnya, klik Scan lalu pilih Start untuk memulai pencarian jaringan. Tunggu beberapa saat hingga daftar SSID muncul, kemudian pilih nama SSID yang dibuat pada R1 dan klik Connect. Setelah itu, klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan.
7.) Buka menu New Terminal, kemudian tambahkan alamat IP dengan memasukkan perintah ip address add address=10.10.10.2/24 interface=wlan1 dan tekan Enter. Setelah itu, lakukan pengecekan dengan menjalankan perintah ip address pr untuk memastikan alamat IP telah terpasang dengan benar.
8.) Pada tahap ini, karena prefix jaringan yang digunakan pada R1 adalah /30, maka jaringan tersebut hanya menyediakan 2 alamat host yang dapat digunakan, sehingga hanya R1 dan R2 yang dapat saling terhubung. Selanjutnya, kita akan mencoba menonaktifkan interface wlan1 dan menghubungkan jaringan WiFi dari R1 ke Laptop Client. Untuk melakukannya, masuk ke menu Wireless, lalu pada bagian Wireless Interfaces, klik wlan1 dan pilih ikon ( x ) untuk menonaktifkan (disable) interface tersebut.
9.) Selanjutnya, hubungkan Laptop Client ke jaringan WiFi dari R1. Setelah berhasil terhubung, buka Wi-Fi Status melalui Control Panel, kemudian klik Details.
Pada bagian ini terlihat bahwa laptop client mendapatkan alamat IP secara otomatis. Selanjutnya, kita akan melakukan penambahan alamat IP secara manual dengan masuk ke menu Properties pada jendela Wi-Fi Status sebelumnya.
10.) Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik Properties. Ubah pengaturan dari Obtain an IP address automatically menjadi Use the following IP address, lalu masukkan IP address: 10.10.10.2 dan Subnet mask: 255.255.255.0. Setelah itu, klik OK, kemudian Close hingga seluruh jendela pengaturan
11.) Terakhir, lakukan pengujian koneksi dengan mencoba ping dari Laptop Client ke Router R1 melalui Wi-Fi. Buka Command Prompt (CMD), lalu masukkan perintah ping 10.10.10.1 (gateway R1 pada interface wlan1). Jika konfigurasi berhasil, maka akan muncul hasil reply, yang menandakan koneksi telah berjalan dengan baik.
Penutup
Sebagai kesimpulan, konfigurasi Point to Point (P2P/PTP) memungkinkan dua perangkat jaringan saling terhubung secara langsung melalui koneksi yang bersifat dedicated. Pada materi ini telah ditunjukkan langkah-langkah konfigurasi mulai dari pengaturan interface wireless, penentuan IP address, hingga pengujian koneksi menggunakan perintah ping. Dengan konfigurasi yang tepat, koneksi antara router maupun antara router dan client dapat berjalan dengan stabil, sehingga metode Point to Point menjadi solusi yang efektif untuk menghubungkan dua perangkat atau dua lokasi jaringan secara langsung.
Komentar
Posting Komentar