Lab 1.10 Konfigurasi Netinstall

 Pendahuluan

    Pada blog kali ini, akan dibahas proses instalasi ulang sistem operasi RouterOS pada perangkat MikroTik, yang dikenal dengan istilah Netinstall. Netinstall dilakukan karena beberapa kondisi tertentu, seperti RouterOS mengalami error, lupa username atau password, konfigurasi yang rusak, router tidak dapat diakses melalui Winbox, atau ketika diperlukan pergantian versi RouterOS agar lebih stabil dan sesuai dengan kebutuhan. Melalui proses Netinstall, perangkat MikroTik akan kembali ke kondisi awal (fresh install), sehingga proses konfigurasi dapat dilakukan ulang dari awal dengan lebih rapi, aman, dan minim kendala.

    Sebagai contoh pada praktikum ini, kita mengumpamakan sebuah Router MikroTik dengan MAC Address C4:AD:34:1B:3D:9E yang saat ini masih menggunakan RouterOS versi 6.48.6. Pada proses Netinstall yang akan dilakukan, sistem operasi RouterOS pada perangkat tersebut akan diinstal ulang dan diperbarui ke versi 6.49.13 agar mendapatkan versi yang lebih stabil dan sesuai dengan kebutuhan konfigurasi jaringan.


Step by Step

1. Persiapan Netisntal

1.)    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendownload file RouterOS versi 6.49.13 (.npk) dan software Netinstall. Salah satu cara yang cukup mudah adalah melalui mesin pencari. Buka browser pada komputer atau laptop, lalu ketikkan kata kunci “download npk 6.49” pada kolom pencarian. Setelah hasil pencarian muncul, scroll ke bawah hingga menemukan halaman dengan judul “Index of /routeros/6.49.13/”. Halaman tersebut berisi kumpulan file RouterOS versi 6.49.13 yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan perangkat MikroTik.

2.)    Pada halaman tersebut, download file netinstall64-6.49.13.zip dan routeros-mipsbe-6.49.13.npk. Setelah proses download selesai, simpan kedua file tersebut di lokasi yang biasa digunakan untuk menyimpan file unduhan, seperti folder Downloads, agar mudah ditemukan dan digunakan pada tahap Netinstall selanjutnya.

3.)     Setelah itu, pilih salah satu folder penyimpanan pada komputer, seperti Documents, Downloads, atau folder lainnya. Sebagai contoh, gunakan folder Documents, kemudian buat sebuah folder baru dengan nama Netinstall. Folder ini akan digunakan untuk menyimpan dan mengelola seluruh file yang diperlukan selama proses Netinstall.

4.)     Di dalam folder Netinstall tersebut, tambahkan dua folder baru, yaitu netinstall dan npk mipsbe 6.49. Pembagian folder ini bertujuan agar file software Netinstall dan file RouterOS (.npk) tersimpan secara terpisah, sehingga lebih rapi dan memudahkan kita dalam mencari serta menggunakan file yang dibutuhkan saat proses Netinstall nanti.

5.)    Selanjutnya, salin file routeros-mipsbe-6.49.13.npk ke dalam folder npk mipsbe 6.49, lalu salin file netinstall-6.49.13.zip ke dalam folder netinstall. Penataan file ini bertujuan agar proses Netinstall dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan memudahkan saat memilih file yang diperlukan.

    Selanjutnya, buka folder netinstall yang berisi file netinstall-6.49.13.zip, lalu lakukan proses extract pada file tersebut. Pastikan hasil ekstraksi tetap disimpan di folder yang sama agar file Netinstall dapat dengan mudah dijalankan pada tahap selanjutnya.

6.)    Buka Settings pada Windows, kemudian pilih menu Network & Internet. Setelah itu, cari dan klik Advanced network settings, lalu scroll ke bawah hingga menemukan bagian Related settings. Pada bagian tersebut, klik Windows Firewall untuk masuk ke pengaturan keamanan jaringan yang diperlukan sebelum proses Netinstall dilakukan.

7.)    Pada halaman Windows Firewall, nonaktifkan pengaturan Domain Network, Private Network, dan Public Network. Langkah ini dilakukan sementara agar proses Netinstall tidak terhalang oleh sistem keamanan Windows, sehingga komputer dapat berkomunikasi dengan perangkat MikroTik secara langsung tanpa gangguan selama proses instalasi ulang RouterOS.

8.)    Untuk mematikannya, klik salah satu jenis jaringan terlebih dahulu (Domain, Private, atau Public). Setelah itu, pada bagian Microsoft Defender Firewall, ubah pengaturannya menjadi Off. Lakukan langkah yang sama pada dua jenis jaringan lainnya hingga ketiga network tersebut dalam kondisi nonaktif. Langkah ini bersifat sementara dan diperlukan agar proses Netinstall dapat berjalan tanpa terhambat oleh firewall Windows.

9.)    Buka Control Panel pada komputer, lalu masuk ke menu Network & Internet. Dari sana, pilih Network and Sharing Center untuk mengakses pengaturan jaringan secara menyeluruh. Menu ini akan mempermudah kita dalam mengelola koneksi yang tersedia pada komputer sebelum melakukan Netinstall pada MikroTik.


    Pada halaman Network and Sharing Center, perhatikan bagian kiri dan klik Change adapter settings. Di sini, semua koneksi jaringan yang aktif maupun tidak aktif akan ditampilkan, termasuk Ethernet, Wi-Fi, dan virtual adapter lain yang mungkin ada.

    Langkah berikutnya adalah menonaktifkan atau disable seluruh interface yang ada. Ini dilakukan agar komputer tidak menggunakan koneksi lain yang bisa mengganggu proses komunikasi dengan MikroTik. Dengan menonaktifkan interface lain, jalur koneksi ke router akan lebih fokus dan stabil.

    Pastikan Ethernet2, yaitu kabel yang terhubung langsung ke Router MikroTik, tetap aktif. Interface ini akan digunakan sebagai jalur utama agar Netinstall dapat berjalan dengan baik. Menggunakan satu interface saja juga mengurangi risiko kesalahan atau konflik IP selama instalasi ulang RouterOS.


2. Melakukan Netinstall

1.)    Buka folder Netinstall yang sebelumnya sudah diekstrak, lalu cari aplikasi bernama Netinstall. Setelah ditemukan, klik kanan pada aplikasi tersebut dan pilih Run as administrator.

    Langkah ini penting agar Netinstall dapat dijalankan dengan hak akses penuh, sehingga proses instalasi ulang RouterOS pada MikroTik dapat berjalan tanpa hambatan.

2.)    Setelah memilih Run as administrator, akan muncul jendela SmartScreen dari Windows. Pada tampilan ini, pilih Run untuk melanjutkan eksekusi aplikasi Netinstall. Langkah ini diperlukan karena SmartScreen merupakan fitur keamanan Windows yang meminta konfirmasi sebelum menjalankan aplikasi baru atau yang berasal dari sumber luar.

3.)    Setelah tampilan aplikasi Netinstall terbuka, klik tab atau opsi Net Booting. Opsi ini juga berfungsi untuk mengatur IP yang akan digunakan selama proses instalasi, agar komputer dapat berkomunikasi langsung dengan Router MikroTik dan mengirim file RouterOS dengan lancar.

4.)    Saat tab Net Booting pada aplikasi Netinstall dibuka, centang opsi Boot Server Enabled. Selanjutnya, masukkan alamat IP 192.168.88.1 pada kolom yang tersedia. Pengaturan ini bertujuan agar komputer bertindak sebagai server booting, sehingga Router MikroTik dapat menerima file instalasi RouterOS melalui jaringan dengan menggunakan alamat IP yang sudah ditentukan.

5.)    Buka kembali Control Panel, lalu masuk ke bagian Change adapter settings seperti sebelumnya. Setelah itu, klik kanan pada Ethernet2, kemudian pilih Properties untuk membuka pengaturan detail koneksi jaringan yang akan digunakan selama proses Netinstall.

6.)    Di jendela Properties Ethernet2, cari dan pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik tombol Properties. Langkah ini digunakan untuk mengatur alamat IP secara manual yang nantinya akan dipakai komputer untuk berkomunikasi dengan Router MikroTik selama proses Netinstall.

7.)    Ubah pengaturan menjadi Use the following IP address, lalu masukkan alamat IP secara manual 192.168.88.2. Setelah itu, klik pada kolom Subnet mask, dan nilainya akan otomatis terisi (255.255.255.0). Terakhir, klik OK untuk menyimpan pengaturan IP tersebut. Langkah ini memastikan komputer memiliki alamat jaringan yang sesuai agar dapat berkomunikasi dengan MikroTik saat Netinstall.

8.)     Cabut terlebih dahulu kabel power adaptor dari Router MikroTik. Siapkan sebuah lidi atau alat kecil yang cukup tipis untuk menekan lubang RES (reset) yang terletak di samping colokan power. Tekan lubang RES dengan lidi, kemudian sambungkan kembali kabel power adaptor ke router. Tahan posisi lidi hingga di aplikasi Netinstall muncul perangkat RB951 (nama RouterBoard yang digunakan), kemudian lepaskan lidi.

    Proses ini berfungsi untuk memaksa router masuk ke mode booting Netinstall, sehingga dapat dikenali oleh komputer dan menerima file instalasi RouterOS.

    Harap dilakukan dengan sangat hati-hati, karena salah penanganan pada saat menekan tombol RES atau menyambungkan power dapat berisiko merusak perangkat MikroTik RouterBoard. Gunakan alat yang aman dan lakukan langkah ini perlahan untuk menghindari kerusakan fisik atau gangguan pada komponen internal.

9.)    Setelah perangkat RB951 muncul di aplikasi Netinstall, klik perangkat tersebut untuk memilihnya. Langkah ini menandakan bahwa komputer telah berhasil mendeteksi router, dan siap untuk memulai proses instalasi ulang RouterOS melalui Netinstall.

10.)    Setelah RB951 diklik di aplikasi Netinstall, klik tombol Browse. Selanjutnya, cari dan pilih folder npk mipsbe 6.49 yang sebelumnya telah dibuat untuk menyimpan file RouterOS (.npk), lalu klik OK. Langkah ini bertujuan agar Netinstall mengetahui lokasi file instalasi yang akan dikirim ke Router MikroTik.

    11.)    Setelah folder npk mipsbe 6.49 dipilih, centang file RouterOS versi 6.49.13 yang akan diinstal. Selanjutnya, klik Install untuk memulai proses instalasi ulang. Tunggu hingga proses selesai—Netinstall akan menyalin dan memasang RouterOS ke perangkat RB951, setelah itu router akan otomatis reboot dan siap digunakan dengan versi baru.

12.)    Setelah proses instalasi selesai, tampilan di aplikasi Netinstall akan menunjukkan bahwa RouterBoard RB951 sudah berhasil terinstal dengan versi RouterOS 6.49.13. Biasanya status perangkat akan hilang dari daftar Netinstall atau muncul notifikasi bahwa instalasi telah selesai, menandakan router siap digunakan dan dapat dikonfigurasi ulang sesuai kebutuhan.

13.)    Setelah proses Netinstall selesai, buka kembali Winbox dan sambungkan ke RouterBoard RB951. Pada tampilan utama Winbox, kita dapat melihat bahwa versi RouterOS telah berubah menjadi 6.49.13, menandakan bahwa instalasi ulang telah berhasil dan perangkat siap digunakan dengan sistem operasi yang terbaru.


Penutup

    Sebagai penutup, melalui tutorial ini telah dijelaskan langkah-langkah melakukan Netinstall pada perangkat MikroTik RouterBoard RB951, mulai dari persiapan file RouterOS dan Netinstall, pengaturan IP pada komputer, hingga proses instalasi ulang menggunakan aplikasi Netinstall. Dengan mengikuti tahapan ini, perangkat MikroTik dapat kembali ke kondisi fresh install dengan versi RouterOS terbaru, yaitu 6.49.13, sehingga siap untuk dikonfigurasi ulang dan digunakan secara optimal. Proses Netinstall memberikan solusi ketika router mengalami error, lupa password, atau ingin memperbarui versi sistem operasi, sehingga pemahaman langkah-langkah ini penting bagi siapa saja yang ingin menjaga perangkat MikroTik tetap stabil dan berfungsi dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router