Lab 5.1 Wireless
Pendahuluan
Pada blog kali ini, dengan judul Lab 5.1 Wireless, akan dibahas proses konfigurasi MikroTik RouterBoard RB951. Konfigurasi ini bertujuan agar perangkat MikroTik dapat terhubung ke internet melalui koneksi wireless pada interface wlan. Pengaturan ini penting karena koneksi wireless banyak digunakan sebagai solusi akses internet yang fleksibel, terutama pada kondisi di mana koneksi kabel tidak tersedia atau kurang efisien. Dengan melakukan konfigurasi wireless yang tepat, router dapat memperoleh koneksi internet secara stabil, aman, dan optimal, sehingga jaringan lokal yang terhubung dapat berkomunikasi dengan internet tanpa gangguan.
Step by Step
1. Penyiapan Router
1.) Pertama-tama, pastikan MikroTik RouterBoard RB951 sudah dalam kondisi menyala dan terhubung ke laptop atau komputer yang digunakan melalui kabel LAN. Koneksi ini diperlukan agar proses konfigurasi dapat dilakukan melalui aplikasi Winbox, yang berfungsi sebagai alat utama untuk mengelola dan melakukan pengaturan pada perangkat MikroTik.
2.) Setelah perangkat komputer terhubung dengan MikroTik RouterBoard, selanjutnya buka aplikasi Winbox. Melalui Winbox, seluruh proses konfigurasi MikroTik akan dilakukan, mulai dari pengaturan interface hingga konfigurasi jaringan agar router dapat terhubung ke internet melalui koneksi wireless.
Pada tampilan awal Winbox, akan terlihat MAC Address yang muncul. MAC Address tersebut merupakan identitas dari perangkat MikroTik RouterBoard yang digunakan. Klik MAC Address tersebut, kemudian pastikan proses login menggunakan username admin. Setelah itu, klik tombol Connect untuk memulai proses konfigurasi pada perangkat MikroTik.
2. Konfigurasi
1.) Setelah berhasil melakukan Connect dan tampilan Winbox terbuka, kita sudah bisa langsung mulai melakukan konfigurasi. Pada tahap ini, fokus konfigurasi yang akan dilakukan adalah mengatur koneksi wireless (wlan) agar MikroTik dapat terhubung ke jaringan internet.
Pada tampilan utama Winbox, pilih menu System yang berada di sisi kiri, kemudian lanjutkan dengan memilih SNTP Client. Fitur SNTP Client digunakan untuk mengatur waktu dan tanggal pada MikroTik agar dapat menyesuaikan secara otomatis dengan waktu dari internet. Pengaturan waktu ini penting karena berpengaruh pada pencatatan log sistem dan aktivitas jaringan. Dengan waktu yang akurat, administrator jaringan akan lebih mudah dalam melakukan monitoring maupun troubleshooting jika terjadi masalah pada jaringan.
2.) Setelah menu SNTP Client terbuka, centang opsi Enabled untuk mengaktifkan fitur sinkronisasi waktu pada MikroTik. Dengan mengaktifkan SNTP Client, router akan dapat menyesuaikan waktu dan tanggal secara otomatis melalui koneksi internet.
Pada bagian Primary NTP Server dan Secondary NTP Server, masukkan alamat id.pool.ntp.org sebagai server waktu yang akan digunakan oleh MikroTik. Setelah seluruh pengaturan diisi, klik tombol Apply untuk menyimpan sementara konfigurasi, kemudian klik OK untuk menerapkan dan menutup jendela pengaturan. Pengaturan ini memastikan waktu sistem sudah akurat sehingga memudahkan pemantauan koneksi wireless dan pencatatan log jaringan.
3.) Sekarang kembali ke menu System, lalu pilih Clock untuk melakukan pengaturan waktu secara manual. Pada bagian Time, atur waktu sesuai dengan jam saat konfigurasi dilakukan dengan format jam:menit:detik, kemudian atur juga Date sesuai tanggal saat ini dengan format bulan/tanggal/tahun. Pengaturan ini penting untuk memastikan waktu pada MikroTik benar-benar sesuai dengan kondisi nyata, sehingga status koneksi wireless dan aktivitas jaringan dapat terbaca dengan jelas pada sistem.
Selanjutnya, pada bagian Time Zone Name, pilih Asia/Jakarta agar waktu yang digunakan MikroTik menyesuaikan dengan zona waktu lokal. Dengan pengaturan zona waktu yang tepat, pencatatan log dan monitoring koneksi internet melalui wireless akan menjadi lebih akurat dan tidak membingungkan. Setelah semua pengaturan selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan dan menerapkan konfigurasi tersebut.4.) Di Winbox, kita dapat menampilkan Time dan Date secara langsung pada tampilan utama. Caranya cukup mudah, yaitu dengan membuka Dashboard yang berada di bagian kiri atas, lalu klik Add Time dan Add Date. Setelah itu, pada pojok kanan atas Winbox akan muncul informasi waktu dan tanggal secara real-time.
Fitur ini cukup penting karena memudahkan kita untuk memantau kesesuaian waktu sistem secara langsung tanpa harus membuka menu pengaturan Clock. Dengan menampilkan Time dan Date, kita dapat memastikan bahwa waktu MikroTik sudah sinkron saat melakukan konfigurasi wireless, memeriksa status koneksi, maupun membaca log jaringan, sehingga proses konfigurasi dan troubleshooting dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
5.) Pilih menu Wireless pada bagian kiri tampilan Winbox, kemudian akan terbuka jendela Wireless Tables. Pada bagian ini akan terlihat interface wlan1 yang masih dalam kondisi disabled. Klik wlan1, lalu tekan ikon centang (Enable) untuk mengaktifkan interface wireless tersebut agar dapat digunakan dalam proses konfigurasi koneksi internet melalui wireless.
6.) Setelah wlan1 berhasil diaktifkan, pilih menu Security Profiles pada bagian pilihan di jendela Wireless Tables. Pada menu ini, klik ikon Tambah (+) untuk menambahkan security profile baru. Pada bagian Name, masukkan nama WiFi yang akan terhubung ke laptop atau jaringan wireless yang digunakan.
Selanjutnya, ubah Mode menjadi Dynamic Keys, kemudian centang opsi WPA PSK dan WPA2 PSK sebagai metode keamanannya. Centang juga kedua opsi TKIP untuk menyesuaikan enkripsi yang digunakan. Pada bagian WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password WiFi yang digunakan. Setelah seluruh pengaturan selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan dan menerapkan konfigurasi keamanan wireless tersebut.
<wlan1> yang digunakan untuk melanjutkan konfigurasi koneksi wireless.8.) Pada jendela Interface <wlan1>, klik tab Wireless untuk masuk ke pengaturan utama wireless. Pada bagian SSID, masukkan nama WiFi yang akan digunakan, kemudian pada bagian Security Profile pilih security profile yang telah dibuat sebelumnya. Setelah pengaturan tersebut dipilih, klik tombol Scan untuk mencari dan memastikan jaringan WiFi yang akan dihubungkan tersedia.
9.) Pada jendela Scanner <running>, pastikan bagian Interface sudah diset ke wlan1. Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses pemindaian jaringan wireless di sekitar. Tunggu beberapa saat hingga daftar jaringan muncul, kemudian cari nama WiFi yang digunakan. Jika sudah ditemukan, klik nama WiFi tersebut lalu pilih Connect untuk menghubungkan MikroTik ke jaringan wireless.
10.) Setelah proses Connect berhasil, kita akan kembali ke jendela Interface <wlan1>. Pada tahap ini, klik tombol Apply lalu OK untuk menyimpan dan menerapkan seluruh pengaturan wireless yang telah dilakukan agar koneksi dapat berjalan dengan baik.
11.) Pada tahap ini, interface wlan1 akan menunjukkan status R (Running). Status ini menandakan bahwa interface wireless sudah aktif dan berhasil terhubung ke jaringan WiFi, sehingga MikroTik siap digunakan untuk melanjutkan konfigurasi koneksi internet.
Komentar
Posting Komentar