Lab 4.3 Static Route 4 Router

 Pendahuluan

    Pada lab 4.3 Static Route 4 Router ini, kita akan melanjutkan konfigurasi dari blog sebelumnya, yaitu Lab 4.2 Static Route 3 Router, dengan menambahkan satu router lagi ke dalam topologi. Pada tahap ini, konsep static route semakin terlihat jelas karena setiap router harus mengetahui jalur menuju jaringan lain secara manual. Static route sendiri adalah metode routing di mana administrator menentukan rute secara eksplisit, tanpa bantuan protokol dinamis. Cara kerjanya sederhana: kita memasukkan informasi jaringan tujuan beserta next-hop atau exit interface, sehingga router dapat meneruskan paket ke arah yang benar. Pada gambar di bawah, terlihat empat router yang saling terhubung berantai, masing-masing memiliki jaringan lokal sendiri. Dengan konfigurasi static routing yang tepat, seluruh perangkat dari ujung kiri hingga ujung kanan dapat saling berkomunikasi meskipun berada pada jaringan berbeda. Blog ini akan membahas langkah demi langkah bagaimana membangun konektivitas tersebut.


Step by Step

1. Menyiapkan Topologi.

1.) Pertama, tambahkan Router baru dan beri nama R4. Ubah ikon router menjadi 'router with firewall.png'. Pada bagian Secondary Console, pilih Winbox, lalu tambahkan jumlah Ethernet menjadi 5. Terakhir, hapus bagian QEMU dan simpan pengaturan dengan mengklik Save.


2.) Setelah itu, tambahkan VPC4 (PC4) dan ubah ikonnya menjadi 'Laptop Video client.png'. Dan Save.


3.) Selanjutnya, hubungkan R4 ke R3, pastikan R4 menggunakan eth1 dan R3 menggunakan eth3. Kemudian, sambungkan R4 dengan VPC4, dengan konfigurasi R4 pada eth2 dan VPC4 pada eth0. Agar topologi lebih jelas, tambahkan teks pada garis antara R3 – R4 dengan label “25.25.25.0/24”, dan pada garis antara R3 – VPC3 beri label “26.26.26.0/24”. Tambahkan juga teks untuk menandai letak IP gateway dan IP VPC, sesuai contoh pada gambar. Dengan cara ini, tampilan topologi menjadi lebih rapi dan mudah dipahami.


2. Konfigurasi R1-R4, dan VPC1-VPC4

1.) Buka Terminal R4, kemudian login menggunakan username “admin” dan biarkan password kosong. Jika muncul pilihan “y/n”, pilih “n”.


    Tunggu beberapa saat hingga muncul prompt “New Password”. Setelah itu, tekan Ctrl + C dan kemudian Ctrl + L untuk membersihkan layar dan melanjutkan konfigurasi.


2.) Setelah berhasil login ke R4, langkah pertama adalah mengubah identity perangkat agar lebih mudah dikenali. Kamu dapat melakukannya dengan system identity set name=R4-Marsa, dan nama ini bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.


    Selanjutnya, tambahkan IP address pada setiap interface. Untuk ether1, gunakan alamat ip address add address=25.25.25.2/24 interface=ether1, dan untuk ether2 gunakan alamat ip address add address=26.26.26.1/24 interface=ether2. Setelah semua IP ditambahkan, lakukan pengecekan dengan ip address print untuk memastikan konfigurasi sesuai topologi. Jika IP yang tampil sudah benar, berarti pengaturan telah berhasil dilakukan.


3.) Selanjutnya, lakukan penambahan IP pada R3 untuk interface eth3. Karena R3 menggunakan alamat 25.25.25.1/24 pada interface tersebut, tambahkan IP dengan menjalankan ip address add address=25.25.25.1/24 interface=ether3, lalu tekan Enter. Langkah ini memastikan R3 dapat terhubung dengan R4 melalui jaringan 25.25.25.0/24.


    Setelah IP ditambahkan, lakukan pengecekan untuk memastikan konfigurasi sudah tersimpan dengan benar. Gunakan ip address print dan tekan Enter. Jika IP yang tampil sesuai dengan topologi, berarti penambahan IP pada R3 telah berhasil dilakukan.


4.) Karena R3 dan R4 saling terhubung menggunakan jaringan yang sama, yaitu 25.25.25.0/24, kita perlu memastikan koneksi antar-router berjalan dengan benar. Untuk mengujinya, lakukan ping dari R3 menuju R4 menggunakan ping 25.25.25.2. Jika hasil ping menunjukkan reply, berarti kedua router sudah saling terhubung tanpa masalah.


    Selanjutnya, lakukan pengujian sebaliknya dari R4 ke R3 dengan perintah ping 25.25.25.1. Jika hasil ping menunjukkan reply, maka koneksi antar-router telah berhasil dan berfungsi dengan baik.


5.) Setelah itu, buka Terminal pada VPC4 dan ubah nama perangkat menggunakan set pcname PC4, lalu tekan Enter. Selanjutnya, tambahkan IP secara statis dengan ip 26.26.26.2/24 26.26.26.1, kemudian tekan Enter. Karena VPC4 terhubung ke R4 melalui jaringan 26.26.26.0/24, IP yang digunakan harus berada dalam network yang sama, dan angka kedua pada perintah tersebut merupakan alamat gateway dari R4. Dengan konfigurasi ini, VPC4 dapat berkomunikasi melalui jalur yang telah ditentukan.


    Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian koneksi dengan melakukan ping dari VPC4 ke R4 menggunakan ping 26.26.26.1, lalu tekan Enter. Jika hasilnya menampilkan Reply, berarti VPC4 sudah berhasil terhubung ke R4 dan komunikasi antar perangkat berjalan dengan baik.


6.) Jika kita melakukan ping dari VPC4 ke VPC1 menggunakan ping 20.20.20.2 dan menekan Enter, hasilnya tidak menampilkan Reply. Pada gambar terlihat bahwa VPC4 menerima pesan Destination network unreachable dari 26.26.26.1, yaitu gateway milik R4. Pesan ini muncul ketika router yang menerima paket tidak memiliki route sama sekali menuju network tujuan, sehingga langsung mengembalikan pesan bahwa jaringan tersebut tidak dapat dicapai. Dalam beberapa kondisi, pesan yang muncul bisa sedikit berbeda, misalnya no route to host, tetapi penyebabnya sama, yaitu tidak ada jalur menuju IP yang dituju.


    Perbedaan pesan tersebut sebenarnya menggambarkan masalah yang sama: router tidak tahu harus lewat mana untuk mencapai network tujuan. Dalam kasus ini, R4 belum memiliki static route menuju network 20.20.20.0/24, sehingga setiap paket dari VPC4 yang ditujukan ke VPC1 langsung ditolak. Baik pesan Destination network unreachable maupun no route to host sama-sama menunjukkan jalur routing belum dikonfigurasi. Untuk mengatasinya, kita perlu menambahkan static route di R4 agar dapat mengenali jaringan milik VPC1.


7.) Hal yang sama juga terjadi jika kita melakukan ping dari VPC4 menuju VPC2 menggunakan ping 22.22.22.2 lalu menekan Enter. Hasilnya akan sama seperti saat melakukan ping ke VPC1, yaitu tidak ada Reply dan muncul pesan bahwa jaringan tidak dapat dijangkau. Hal ini terjadi karena R4 belum memiliki route menuju network 22.22.22.0/24, sehingga paket yang dikirim dari VPC4 langsung ditolak sebelum mencapai tujuan.


8.) Hal yang sama juga terjadi jika kita melakukan ping dari VPC4 menuju VPC3 menggunakan ping 24.24.24.2 lalu menekan Enter. Hasilnya akan sama seperti saat melakukan ping ke VPC1 dan VPC2, yaitu tidak ada Reply dan muncul pesan bahwa jaringan tidak dapat dijangkau. Hal ini terjadi karena R4 belum memiliki route menuju network 24.24.24.0/24, sehingga paket yang dikirim dari VPC4 langsung ditolak sebelum mencapai tujuan.


9.) Kita akan menambahkan static route sebanyak lima kali. Pertama, tambahkan route menuju jaringan 24.24.24.0/24 dengan ip route add dst-address=24.24.24.0/24 gateway=25.25.25.1, lalu tekan Enter. Kedua, tambahkan route ke jaringan 23.23.23.0/24 menggunakan ip route add dst-address=23.23.23.0/24 gateway=25.25.25.1. Ketiga, tambahkan route ke jaringan 22.22.22.0/24 dengan ip route add dst-address=22.22.22.0/24 gateway=25.25.25.1.


    Keempat, tambahkan route menuju jaringan 21.21.21.0/24 menggunakan ip route add dst-address=21.21.21.0/24 gateway=25.25.25.1, dan kelima, tambahkan route ke jaringan 20.20.20.0/24 dengan ip route add dst-address=20.20.20.0/24 gateway=25.25.25.1. Setelah itu, cek kembali tabel routing menggunakan ip route print untuk memastikan semua route sudah masuk. Penambahan route ini diperlukan agar R4 dapat meneruskan paket menuju jaringan PC1-3 melalui gateway R3.


10.) Selanjutnya, tambahkan static route pada R3 menuju jaringan 26.26.26.0/24 menggunakan perintah ip route add dst-address=26.26.26.0/24 gateway=25.25.25.2, lalu cek kembali dengan ip route pr. Route ini memastikan R3 dapat menjangkau jaringan PC4 melalui gateway R4, sehingga alur komunikasi dari PC1,PC2 dan PC3 ke PC4 dapat berjalan dengan benar.


11.) tambahkan static route pada R2 menuju jaringan 26.26.26.0/24 menggunakan perintah ip route add dst-address=26.26.26.0/24 gateway=23.23.23.2, lalu cek kembali dengan ip route pr. Route ini memastikan R2 dapat menjangkau jaringan PC4 melalui gateway R3, sehingga alur komunikasi dari PC1,PC2 dan PC3 ke PC4 dapat berjalan dengan benar.


12.) tambahkan static route pada R1 menuju jaringan 26.26.26.0/24 menggunakan perintah ip route add dst-address=26.26.26.0/24 gateway=21.21.21.2, lalu cek kembali dengan ip route pr. Route ini memastikan R1 dapat menjangkau jaringan PC4 melalui gateway R3, sehingga alur komunikasi dari PC1,PC2 dan PC3 ke PC4 dapat berjalan dengan benar.


13.) Untuk pengujian koneksi dari PC4 ke PC3, jalankan perintah ping 24.24.24.2. Selanjutnya, untuk menguji koneksi ke PC2, gunakan ping 22.22.22.2, dan untuk PC1, gunakan ping 20.20.20.2.


    Jika semua perintah ping menampilkan Reply, itu menandakan bahwa koneksi dari PC4 ke PC1–PC3 berhasil. Dengan hasil ini, komunikasi antar perangkat dalam topologi telah berjalan dengan baik.


14.) Selanjutnya, lakukan pengujian dari PC3 menuju PC4 menggunakan perintah ping 26.26.26.2. Sama seperti sebelumnya, jika jalur routing antara jaringan 24.24.24.0/24 dan 26.26.26.0/24 telah dikonfigurasi dengan benar pada setiap router, hasil ping akan menampilkan Reply, menandakan koneksi berhasil.


15.) Lalu lakukan pengujian dari PC2 menuju PC4 menggunakan perintah ping 26.26.26.2. Sama seperti sebelumnya, jika jalur routing antara jaringan 22.22.22.0/24 dan 26.26.26.0/24 telah dikonfigurasi dengan benar pada setiap router, hasil ping akan menampilkan Reply, menandakan koneksi berhasil.


16.) Dan terakhir lakukan pengujian dari PC1 menuju PC4 menggunakan perintah ping 26.26.26.2. Sama seperti sebelumnya, jika jalur routing antara jaringan 20.20.20.0/24 dan 26.26.26.0/24 telah dikonfigurasi dengan benar pada setiap router, hasil ping akan menampilkan Reply, menandakan koneksi berhasil.


Penutup

    Sebagai kesimpulan, pada Lab 4.3 Static Route 4 Router ini kita telah berhasil menambahkan router dan VPC baru ke dalam topologi serta mengonfigurasi IP address dan static route pada setiap router. Dengan langkah-langkah yang tepat, semua perangkat dari PC1 hingga PC4 dapat saling berkomunikasi meskipun berada pada jaringan yang berbeda. Pengujian koneksi menggunakan ping menunjukkan bahwa jalur routing telah berfungsi dengan baik, menandakan bahwa konsep static routing berjalan efektif. Lab ini menekankan pentingnya memahami dan mengatur jalur secara manual, sehingga administrator dapat memastikan seluruh jaringan dapat saling terhubung dengan benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router