Lab 4.1 Static Route 2 Router
Pendahuluan
Pada blog kali ini, kita akan membahas Lab 4.1 Static Route 2 Router, yaitu sebuah latihan dasar untuk memahami bagaimana cara kerja routing statis pada jaringan berbasis router. Pada topologi ini, terdapat dua router yang saling terhubung melalui jaringan 21.21.21.0/24, di mana masing-masing router juga memiliki jaringan lokalnya sendiri, yaitu 20.20.20.0/24 pada R1 dan 22.22.22.0/24 pada R2. Melalui konfigurasi static route, kita akan membuat kedua jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi dengan menentukan jalur secara manual. Pembahasan ini akan membantu kamu memahami proses konfigurasi, alur komunikasi data, hingga cara menguji konektivitas antar VPC sehingga routing dapat berjalan dengan baik.
Step by Step
1. Menyiapkan Topologi
1.) Pertama, tambahkan Router 1 (R1) ke dalam topologi. Setelah itu, ubah ikon perangkat menjadi “Router with Firewall.png” agar tampilan lebih jelas dan mudah dikenali. Pada bagian Secondary Console, pilih Winbox karena nantinya kita akan melakukan konfigurasi router menggunakan interface tersebut. Selanjutnya, ubah jumlah Ethernet Interface menjadi 5 port agar router memiliki cukup antarmuka untuk kebutuhan lab. Terakhir, hapus bagian Qemu karena tidak diperlukan, kemudian simpan pengaturan.
2.) Selanjutnya, tambahkan Router 2 (R2) ke dalam topologi. Lakukan pengaturan yang sama seperti pada R1, mulai dari mengganti ikon perangkat, memilih Winbox sebagai Secondary Console, menambahkan jumlah Ethernet Interface menjadi 5 port, hingga menghapus bagian Qemu. Setelah semua pengaturan disesuaikan, simpan konfigurasi perangkat.
3.) Setelah itu, tambahkan VPC1 (PC1) ke dalam topologi. Ubah ikon perangkat menjadi “laptop video client.png” agar tampilan lebih representatif sebagai sebuah PC atau client. Jika sudah sesuai, simpan pengaturannya.
4.) Lakukan langkah yang sama untuk menambahkan PC2, mulai dari memasukkan perangkat VPC, mengganti ikonnya menjadi “laptop video client.png”, lalu menyimpannya setelah pengaturan selesai.
Selanjutnya, tambahkan label atau tulisan pada setiap perangkat agar kita lebih mudah mengenali IP di dalam topologi. R1 memiliki dua alamat IP, yaitu 20.20.20.1/24 untuk jaringan 20.20.20.0/24, dan 21.21.21.1/24 untuk jaringan 21.21.21.0/24. R2 juga memiliki dua alamat IP, yaitu 21.21.21.2/24 untuk jaringan 21.21.21.0/24, serta 23.23.23.1/24 untuk jaringan 23.23.23.0/24. Untuk sisi klien, PC1 memiliki IP 20.20.20.2/24 yang berada pada jaringan 20.20.20.0/24, sedangkan PC2 menggunakan IP 23.23.23.2/24 yang berada pada jaringan 23.23.23.0/24. Dengan menambahkan label-label ini, kita dapat memetakan alur jaringan dengan lebih jelas sebelum masuk ke tahap konfigurasi routing.
2. Konfigurasi IP di R1, VPC1, R2, VPC2
Setelah itu, tambahkan alamat IP sesuai dengan topologi. Pertama, masukkan IP untuk ether2 menggunakan perintah ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether2. Kemudian tambahkan IP untuk ether1 dengan perintah ip address add address=21.21.21.1/24 interface=ether1. Untuk memastikan bahwa kedua IP telah tersimpan, jalankan perintah ip address pr. Pada output yang ditampilkan, Anda akan melihat IP yang baru saja ditambahkan.
2.) Buka terminal pada VPC1, kemudian ubah identitas perangkat dengan menjalankan perintah set pcname PC1. Setelah nama berhasil diubah, tambahkan alamat IP secara manual menggunakan perintah ip 20.20.20.2/24 20.20.20.1 .lalu tekan Enter. Perintah ini akan mengatur IP VPC1 menjadi 20.20.20.2/24 dengan gateway 20.20.20.1.
Setelah konfigurasi selesai, lakukan uji konektivitas dengan menjalankan perintah ping 20.20.20.1 .Jika yang muncul adalah balasan (reply), itu menandakan bahwa VPC1 sudah berhasil terhubung dengan R1 dan pengaturan IP telah diterapkan dengan benar.
3. )Buka terminal pada R2, lalu login menggunakan akun admin (password dibiarkan kosong). Jika muncul pertanyaan “y/n”, pilih n untuk melewati pengaturan awal. Setelah masuk ke terminal, ubah identitas router agar mudah dikenali dengan perintah system identity set name=R1-Arman kemudian tekan Enter.
Selanjutnya, tambahkan alamat IP sesuai topologi. Pertama, masukkan IP untuk ether1 menggunakan perintah ip address add address=21.21.21.2/24 interface=ether1. Lalu tambahkan IP untuk jaringan VPC2 melalui ether2 dengan perintah ip address add address=22.22.22.1/24 interface=ether2. Untuk memeriksa apakah IP telah berhasil ditambahkan, jalankan perintah ip address pr. Jika konfigurasi berhasil, daftar IP yang tadi dimasukkan akan muncul pada tampilan.
4.) Untuk memastikan bahwa R1 dan R2 benar-benar terhubung, lakukan pengujian menggunakan perintah ping. Dari sisi R2, jalankan perintah ping 21.21.21.1 untuk mengetes koneksi menuju R1. Sebaliknya, jika ingin melakukan pengujian dari R1 ke R2, gunakan perintah ping 21.21.21.2.
Apabila kedua pengujian tersebut menampilkan balasan (reply), maka dapat dipastikan bahwa koneksi antara R1 dan R2 sudah berjalan dengan baik dan keduanya saling terhubung melalui network 21.21.21.0/24.
5.) Setelah kedua router dipastikan saling terhubung, langkah berikutnya adalah menambahkan IP secara manual pada VPC2. Gunakan perintah berikut untuk mengatur alamat IP dan gateway ip 22.22.22.2/24 22.22.22.1, lalu tekan Enter. Perintah ini akan memberikan VPC2 alamat IP 22.22.22.2/24 dengan gateway 22.22.22.1, yaitu IP milik R2 pada interface ether2.
Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian konektivitas dengan menjalankan perintah ping 22.22.22.1 Jika muncul balasan (reply), berarti VPC2 berhasil terhubung dengan gateway R2 dan konfigurasi IP sudah benar.
6.) Selanjutnya, kita coba melakukan ping dari PC1 menuju PC2 untuk mengecek apakah kedua PC sudah saling terhubung. Jalankan perintah ping 22.22.22.2 dari PC1. Namun, hasilnya tidak ada reply. Hal ini terjadi karena PC1 belum mengetahui jalur (route) untuk mencapai jaringan milik PC2. Dengan kata lain, paket dari PC1 tidak tahu harus melewati router mana untuk menuju jaringan 22.22.22.0/24, sehingga pengiriman data gagal.
ping 20.20.20.2, hasilnya tetap tidak ada reply. Ini disebabkan karena R2 belum memiliki route untuk mencapai jaringan 20.20.20.0/24, sehingga PC2 tidak mengetahui jalur yang benar untuk mengirim paket ke PC1.8.) Pada tahap ini, kita perlu menambahkan static route agar PC1 dapat menemukan jalur menuju PC2. Karena PC1 terhubung ke R1, maka route harus ditambahkan pada router tersebut. Tambahkan rute baru menggunakan perintah ip route add dst-address=22.22.22.0/24 gateway=21.21.21.2 lalu tekan Enter. Perintah ini memberi tahu R1 bahwa jika ada paket yang ditujukan ke jaringan 22.22.22.0/24, maka paket tersebut harus diteruskan ke 21.21.21.2, yaitu alamat R2.
Untuk memastikan rute sudah berhasil ditambahkan, gunakan perintah ip route pr. Di daftar yang muncul akan terlihat sebuah route dengan simbol A S, yang berarti Active Static, menandakan bahwa route tersebut aktif dan berfungsi.
9.) Untuk mengatasi masalah ping dari PC2 ke PC1 yang tidak mendapatkan balasan, kita perlu menambahkan static route pada R2. Tanpa route tambahan ini, R2 tidak mengetahui jalur menuju jaringan 20.20.20.0/24 sehingga paket dari PC2 tidak dapat menemukan tujuan yang benar. Karena jaringan 20.20.20.0/24 berada di belakang R1, maka rute harus diarahkan melalui router tersebut.
Konfigurasi dapat dilakukan dengan memasukkan perintah ip route add dst-address=20.20.20.0/24 gateway=21.21.21.1. Dengan perintah ini, R2 akan meneruskan paket ke jaringan 20.20.20.0/24 melalui gateway 21.21.21.1, yaitu IP milik R1. Setelah rute ini aktif, koneksi dari PC2 ke PC1 akan berjalan dengan benar dan komunikasi antar kedua PC dapat dilakukan.
10.) Setelah seluruh static route ditambahkan, lakukan pengujian kembali dengan mencoba ping dari PC1 menuju PC2 menggunakan perintah ping 22.22.22.2. Kali ini hasilnya sudah reply, yang menandakan bahwa jalur komunikasi antara kedua jaringan telah berhasil terbentuk.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa PC1 dan PC2 kini dapat saling terhubung berkat konfigurasi static routing yang sudah diterapkan pada R1 dan R2. Semua perangkat sekarang dapat berkomunikasi sesuai topologi yang direncanakan.
11.) Selanjutnya, kita juga melakukan pengujian dari PC2 dengan menjalankan perintah ping 20.20.20.2 untuk mengecek koneksi menuju PC1. Hasilnya sama seperti pengujian sebelumnya, yaitu reply, yang menandakan bahwa jalur komunikasi dari PC2 ke PC1 sudah berfungsi dengan benar.
Keberhasilan kedua arah ping ini menunjukkan bahwa konfigurasi static route pada R1 dan R2 telah berjalan sesuai rencana, sehingga PC1 dan PC2 kini dapat saling terhubung tanpa kendala.
Cara menentukan IP route, beserta Gatewaynya.
2. Cara menentukan jumlah Static Route
Untuk menentukan berapa banyak static route yang harus dikonfigurasi, kita cukup menghitung total network pada topologi lalu menguranginya dengan jumlah network yang langsung terhubung ke router tersebut. Pada topologi ini terdapat tiga network: 20.20.20.0/24, 21.21.21.0/24, dan 22.22.22.0/24. Router R1 terhubung langsung ke dua network, yaitu 20.20.20.0/24 dan 21.21.21.0/24, sehingga hanya ada satu network yang tidak terhubung langsung, yaitu 22.22.22.0/24. Oleh karena itu, R1 hanya membutuhkan 1 static route yang nantinya akan tampil dengan status A S (Active Static).
Penutup
Pada Lab 4.1 Static Route 2 Router ini, kita mempelajari bagaimana cara menghubungkan dua jaringan yang berbeda melalui dua router menggunakan static routing. Proses dimulai dari pembuatan topologi, pemberian alamat IP pada setiap interface perangkat, hingga pengaturan route secara manual agar setiap router mengetahui jalur yang benar untuk mencapai jaringan lain. Pengujian ping menunjukkan bahwa tanpa static route, perangkat tidak dapat saling terhubung karena router tidak memiliki informasi jalur tujuan. Dengan menambahkan static route pada R1 dan R2, akhirnya komunikasi antara PC1 dan PC2 dapat berjalan dengan normal.
Selain itu, kita juga mempelajari cara menentukan IP Route, menentukan gateway, serta mengetahui jumlah static route yang diperlukan pada sebuah router. Intinya, static routing bekerja dengan konsep sederhana: router harus diberi tahu secara manual ke mana paket harus dikirim ketika tujuannya berada di luar jaringan yang terhubung langsung. Melalui langkah-langkah dalam lab ini, kita memahami alur routing secara jelas dan dapat memastikan konektivitas berjalan sesuai desain jaringan yang direncanakan.
Komentar
Posting Komentar