Lab 3.1 Konsep Bridge

 PENDAHULUAN

    Pada Blog Lab 3.1 yang berjudul Konsep Bridge, kita akan mempelajari cara mengatur bridge di Mikrotik. Secara sederhana, bridging adalah cara untuk menggabungkan beberapa port Ethernet di router Mikrotik menjadi satu jaringan. Dengan bridging, komputer atau perangkat yang berada di lokasi berbeda tapi masih satu alamat jaringan bisa saling terhubung, seperti di jaringan lokal biasa. Jadi, bridging fungsinya hampir sama dengan switch, yaitu menghubungkan perangkat dalam satu segmen jaringan yang sama. Kita akan melakukan Konfigurasi melalui Terminal, dan Winbox.

    Kita akan melakukan konfigurasi berdasarkan topologi di atas. Mikrotik terhubung ke ISP melalui Ether1, kemudian terhubung ke PC1 (Client1) melalui Ether2, ke PC2 (Client2) melalui Ether3, ke PC3 (Client3) melalui Ether4, dan ke PC4 (Client4) melalui Ether5. Nantinya, kita akan membuat bridge antara Ether2 dan Ether3, serta antara Ether4 dan Ether5.

Step by Step

1. Menyiapkan Topologi.

1.) Pertama-tama kita siapkan Mikrotik Router-nya, Kllik kiri lalu pilih Node dan pilih Mikrotik Router. Setelah itu kita setting, Ubah nama Mikrotik dengan nama bebas (disini saya menggunakan nama R1-Marsa), lalu Kalian juga bisa mengubah Icon dari Router Mikrotiknya (disini daya menggunakan ASR Yellow.png), pilih Secondary Console ke Winbox, pada bagian Ethernet ubah yang awalnya 4 menjadi 5, Scroll ke bawah nanti nemu bagian Qemu itu hapus semua lalu Save.


2.)  Selanjutnya kita akan menambahkan VPC (Client) mulai dari Client1-Client4. Klik kiri lagi pada lembar kerja, lalu pilih Node, pilih VPC. ubah namanya menjadi PC1 (Client1) kalian juga bisa merubah Icon dari VPC sesuai kemauan kalian (disini saya menggunakan MAC_PC.png). Dan yang terakhir Save.


3.) Kita akan melakukan hal yang sama untuk menambahkan Client2. Klik kiri lagi pada lembar kerja, lalu pilih Node, pilih VPC. ubah namanya menjadi PC2 (Client2) kalian juga bisa merubah Icon dari VPC sesuai kemauan kalian (disini saya menggunakan MAC_PC.png). Dan yang terakhir Save.

4.) Kita lakukan hal yang sama untuk Client3, namun kali ini saya membedakan ikon-nya agar lebih mudah dibedakan. Client1 dan Client2 akan dihubungkan menggunakan bridge yang sama, sedangkan Client3 dan Client4 akan dihubungkan menggunakan bridge yang berbeda dari bridge milik Client1–Client2 Klik kiri lagi pada lembar kerja, lalu pilih Node, pilih VPC. ubah namanya menjadi PC3 (Client3) kalian juga bisa merubah Icon dari VPC sesuai kemauan kalian (disini saya menggunakan Desktop3.png). Dan yang terakhir Save.


5.) Dan kita akan melakukan penambahan VPC yang terakhir. Klik kiri lagi pada lembar kerja, lalu pilih Node, pilih VPC. ubah namanya menjadi PC4 (Client4) kalian juga bisa merubah Icon dari VPC sesuai kemauan kalian (disini saya menggunakan Desktop3.png). Dan yang terakhir Save.


6.) Selanjutnya kita akan menambahkan ISP yang akan dihubungkan dengan Mikrotik Router. Klik kiri lagi pada lembar kerja, lalu pilih Network lalu ubah namanya menjadi ISP, dan Type-nya menjadi Management(Cloud). Dan Save. Setelah itu hubungkan setiap perangkat sesuai dengan Topologi yang ada di bagian PENDAHULUAN dan nyalakan semua.


2. Konfigurasi Bridge di Mikrotik Melalui Terminal.

1.) Setelah Topologi selesai ditambahkan, Selanjutnya buka Terminal Mikrotik. Seperti biasa Login dengan admin dan Password-nya kosong (tekan Enter). Tunggu sebentar, hingga nanti muncul tulisan Mikrotik, jika disuruh pilih y/n pilih n.


2.) Tunggu sebentar sampai muncul tulisan New Password itu Tekan Ctrl+C dan Ctrl+l. Selanjutnya kita melakukan perubahan Identity pada Mikrotik dengan nama kita, masukkan comand system identity set name=R1-Marsa dan Enter (disini kalian bisa menggunakan nama atau kata bebas). Lalu kita cek apakah Router ini sudah mendapatkan IP dari ISP atau belum, dengan cara ip address pr dan Enter (disni sudah muncul IP Router ini yang diberikan dari ISP, pada Router ini IP nya 192.168.1.14/24 yang terhubung menggunakan Interface ether1). 

\

    Setelah itu kita cek apakah Router ini dapat terkoneksi ke Internet atau tidak, masukkan perintah ping google.com dan Enter lalu ping 8.8.8.8 dan Enter (disini saya melakukan ping ke Google, untuk melihat apakah Router ini sudah terhubung ke Internet atau tidak).


3.) Kemudian kita akan melihat terlebih dahulu apakah ada Bridge di Router ini. Masukkan command interface bridge pr dan Enter  (disini masih kosong, karena kita belum pernah menambahkan Interface Bridge pada Router ini).


    Kita akan melakukan penambahan Interface Bride dengan cara interface bridge add name=Bridge1i dan Enter (command ini berfungsi untuk menambahkan Interface Bridge dengan nama seterah kalian). Kita cek lagi, apakah sudah ada atau belum Interface Bridge yang baru saja saya tambahkan interface bridge pr dan Enter  (disini terlihat bahwa Interface Bridge telah berhasil tambahkan).


4.) Selanjutnya kita tambahin Interface (Port) apa saja yang digabungkan ke Bridge ini. Masukkan command interface bridge port add bridge=Bridge1 interface=ether2 dan Enter karena pada topologi kita ingin Ether2 dan Ether3 di gabung dalam 1 Bridge, kita tambahkan juga ether2 interface bridge port add bridge=Bridge1 interface=ether3 dan Enter.


    Kita bisa lihat apakah berhasil ditambahkan atau tidak dengan command interface bridge port pr dan Enter (akan terlihat bahwa Ether2 dan Ether3 telah berhassil digabungkan/ditambahkan ke Bridge1).

5.) Selain itu terdapat perubahan pada Interface interface pr disini pada bagian Ether2 dan Ether3 berbeda statusnya yaitu RS yang memiliki arti Running Slave, yaitu interface (port) tersebut sedang aktif dan menjadi bagian dari sebuah Bridge atau Bonding. Dengan kata lain, port itu tidak bekerja secara mandiri, melainkan dikendalikan oleh interface utama (kita menggunakan Bridge).


    Selain itu ada penambahan Interface (Port) pada nomor 6 dengan nama Bridge1 yang tadi dibuat. Kita sekarang dapat membuat IP yang berfungsi sebagai Gateway dengan Interface tersebut  ip address add addres=10.10.10.1/24 interface=Bridge1 dan Enter. Dan jika ingin meihat apakah sudah ditambahkan atau belum, masukkan command ip address pr dan Enter.


3. Pengujian di PC1 dan PC2

1.) Buka PC1 lalu masukkan command ip 10.10.10.2/24 10.10.10.1 dan Enter tunggu sampai selesai, maksud dari command itu adalah memberi IP 10.10.10.2 dengan subnet /24 kepada VPC, dan menjadikan 10.10.10.1 sebagai gateway default.


    Selanjurnya kita coba ping ke Gateway dengan command ping 10.10.10.1 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil.


2.) Selanjutnya di PC2, masukkan command ip 10.10.10.3/24 10.10.10.1 dan Enter tunggu sampai selesai, maksud dari command itu adalah memberi IP 10.10.10.3 dengan subnet /24 kepada VPC, dan menjadikan 10.10.10.1 sebagai gateway default.


    Disini kita coba ping ke Gateway dan ke PC1. Pertama ping ke Gateway dengan command ping 10.10.10.1 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil. Dan ping ke PC1 dengan command ping 10.10.10.2 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil.


3. Konfigurasi Bridge di Mikrotik melalui Winbox.

1.) Buka Winbox, dan login dengan IP Dynamic pada Mikrotik. Pilih bagian Bridge.


2.) Lalu akan muncul Windows Bridge dan pilih tanda +.


3.)  Isi bagian Name dengan Bridge2 lalu Apply nanti akan langsung muncul di nomor 1, dan OK.


4.) Selanjutnya, masih di Windows Bridge pilih bagian Port lalu klik tanda +.


5.) Setelah itu ubah bagian Interface yang awalnya Ether1 diubah menjadi Ether3, dan Bridge menjadi bridge2 lalu Apply nanti langsung terbuat, dan OK.


 6.) Kita tambahkan lagi untuk Ether4, pilih tanda +.


7.) Setelah itu ubah bagian Interface yang awalnya Ether1 diubah menjadi Ether4, dan Bridge menjadi bridge2 lalu Apply nanti langsung terbuat, dan OK.


8.) Lalu kita pilih bagian IP lalu Address.


9.) Klik tanda +.


10.) Ubah Address menjadi 20.20.20.1/24 dan Interface menjadi bridge2, lalu Applydan OK.


11.) Terdapat perubahan di bagian Interface. Terjadi penambahan Interface yaitu bridge2 dan status pada Ether3 dan Ether4 menjadi RS


 4. Pengujian di PC3 dan PC4

1.) Buka PC3 lalu masukkan command ip 20.20.20.2/24 20.20.20.1 dan Enter tunggu sampai selesai, maksud dari command itu adalah memberi IP 20.20.20.2 dengan subnet /24 kepada VPC, dan menjadikan 20.20.20.1 sebagai gateway default.


      Selanjurnya kita coba ping ke Gateway dengan command ping 20.20.20.1 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil.


2.) Selanjutnya di PC4, masukkan command ip 20.20.20.3/24 20.20.20.1 dan Enter tunggu sampai selesai, maksud dari command itu adalah memberi IP 10.10.10.3 dengan subnet /24 kepada VPC, dan menjadikan 20.20.20.1 sebagai gateway default.


     Disini kita coba ping ke Gateway dan ke PC3. Pertama ping ke Gateway dengan command ping 20.20.20.1 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil. Dan ping ke PC1 dengan command ping 20.20.20.2 dan Enter jika hasilnya Reply maka berhasil.

PENUTUP

    Dari percobaan pada Lab 3.1 Konsep Bridge, kita telah berhasil melakukan konfigurasi bridge pada Mikrotik baik melalui Terminal maupun Winbox. Dengan konfigurasi ini, kita dapat memahami bahwa fungsi utama dari bridge adalah menggabungkan beberapa interface agar berada dalam satu segmen jaringan yang sama, sehingga perangkat yang terhubung dapat saling berkomunikasi dengan lancar. Melalui langkah-langkah yang telah dilakukan, konfigurasi berjalan dengan baik dan pengujian antar-PC menunjukkan hasil Reply, yang menandakan koneksi berhasil.

    Selamat karena telah berhasil menyelesaikan konfigurasi Lab 3.1 Konsep Bridge ini! Semoga blog ini dapat membantu pembaca dalam memahami konsep dan cara kerja bridge pada Mikrotik, serta menjadi panduan yang bermanfaat untuk latihan atau pembelajaran jaringan komputer selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router