Lab 2.3 Konfigurasi DHCP Server Lease Managemant

 Pendahuluan

   Blog ini merupakan lanjutan dari pembahasan pada Lab 2.2 yang berjudul “DHCP Server”, di mana sebelumnya telah dijelaskan cara dasar mengonfigurasi DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien di jaringan. Pada pembahasan kali ini, fokus akan diarahkan pada Konfigurasi DHCP Server Lease Management yang berkaitan dengan pengaturan waktu peminjaman (lease time) serta pengelolaan alamat IP agar lebih teratur dan aman. Salah satu aspek penting dalam manajemen ini adalah penggunaan Static ARP (Address Resolution Protocol), yaitu teknik untuk mengikat alamat IP dan alamat MAC secara permanen. Dengan Static ARP, administrator dapat memastikan setiap perangkat selalu mendapatkan IP yang sama, sekaligus mencegah gangguan jaringan seperti ARP spoofing. Melalui kombinasi antara lease management dan static ARP, jaringan akan menjadi lebih stabil, aman, dan mudah dikelola.


Step By Step

1. Via Terminal Mikrotik di Pnetlab

1.) Buka Terminal Mikrotik, lalu Login dengan admin dan passwordnya kosong (tekan Enter).


2.) Masukkan Comand ip dhcp-server lease pr lalu tekan Enter. Disini belum ada Client yang terhubung ke Router, ataupun belum meminta IP ke DHCP-Server.


3.) Supaya Client muncul di Server lease, kita harus meminta IP Dhcp dari Client ke Mikrotik, dengan masukkan Command ip dhcp dan tekan Enter pada Client (disini contohnya menggunakan VPC1). Tunggu sampai ada tulisan DORA lalu nanti muncul IP secara otomatis dari Router Mikrotik.


    Disini saat kita cek ip yang ada pada VPC dengan command sh ip sudah terisi secara otomatis, mulai dari IP/mask, Gateway, DNS dll. 

4.) Kita cek kembali di Router Mikrotik dengan command ip dhcp-server lease pr sudah ada IP yang muncul, IP itu sama dengan IP yang ada pada VPC (Client) tadi.


5.) Selanjutnya kita akan mengubah Address tersebut yang awalnya Dynamic (D) menjadi Static. Maukkan command ip dhcp-server lease make-static numbers=0 lalu tekan Enter.

    Untuk melihat apakah sudah menjadi Static atau belum, gunakan command ip dhcp-server lease pr, pada gambar di atas sudah berhasil mejadi Static. Kenapa bisa tahu? Karena pada address tersebut tidak ada huruf D yang berarti Dynamic.


6.) Selanjutnya kita akan aktifkan use-src-mac dan arp nya. Untuk use-src-mac masukkan command ip dhcp-server lease set numbers=0 use-src-mac=yes lalu tekan Enter. Untuk arp masukkan command ip dhcp-server set numbers=0 add-arp=yes dan tekan Enter.


7.) Selanjutnya kita cek Interface Ethertnet nya, dengan command interface ethernet pr. Disini pada numbers 1dia running di ether2 dan ARP nya enabled. Kita akan mengubah ARP nya menjadi Reply-only dengan command interface ethernet set numbers=1 arp=reply-only dan tekan Enter.


    Disini pada flags 1 dengan name ether2 ARP telah berubah yang awalnya enabled menjadi reply-only.

8.) Setelah itu kita coba cek di VPC (Client). Kita clear ip terlebih dahulu untuk tes apakah bisa ping ke gateway atau tidak dengan menggunakan IP Static dan berbeda. Tambahkan IP secara manual, disini gunakan command ip 20.20.20.2/24 20.20.20.1 dan tekan Enter, di command tersebut saya pada oktet ke4 saya ubah yang awalnya 254 menjadi 2.


    Saat kita cek dengan command sh ip ip nya sudah ada beserta dengan gateway nya, yang berarti seharusnya kita bisa ping ke gateway. Kita coba dengan command ping 20.20.20.1, dan ternyata hasilnya time out, kita tidak bisa ping atau terhubung ke Gateway.

9.) Sekarang kita coba menambahkan IP secara Manual/Static. Kita clear ip terlebih dahulu, lalu kita menambahkan IP secara manual dengan command ip 20.20.20.254/24 20.20.20.1 tekan Enter. Kita cek apakah berhasil menambahkan IP secara manual dengan command sh ip dan Enter.


    Pada gambar VPC telah berhasil menambahkan IP secara manual, sekarang kita coba ping ke Gateway untuk memastikan terhubung atau tidak VPC ke Router dengan command ping 20.20.20.1 dan Enter. Dan ternyata hasilnya Reply yang berarti VPC terhubung dengan Router.

2. Via Winbox (ui)

1.) Pertama kita minta dulu IP DHCP dari VPC4 ke Mikrotik (disini VPC4 berbeda jaringan dengan VPC1 tadi) dengan command ip dhcp lalu Enter tunggu sampai muncul kata DORA dan memberikan IP secara otomatis.


    Disini saat kita cek juga, VPC4 ini telah mendapat IP secara otomatis

2.) Selanjutnya buka Winbox lalu login dengan IP Dynamic pada Mikrotik. Pilih bagian IP lalu cari DHCP-Server.


    Saat Window DHCP-Server terbuka, pilih bagian Lease. Disitu muncul IP si VPC4, dengan status D atau Dynamic




3.) Klik Kiri 2x lalu pilih bagian Make Static, nanti akan terlihat Status pada IP VPC4 telah berubah menjadi Static.


4.) Selanjutnya kita klik kiri 2x lagi, nanti tampilannya akan berbeda dari seblumnya. Kita ubah Address nya menjadi 30.30.30.10, dan Ceklis pada bagian Use-src. MAC Address, Apply dan OK.


5.) Masih di Window DHCP-Server, pilih bagian DHCP, karena VPC4 terhubung dengan Router menggunakan ether3 kita pilih yang ada ether3. 



    Klik kiri 2x lalu Ceklis pada bagian Add ARP For Leases pilih Apply dan OK.


6.) Selanjutnya pilih bagian Interface, lalu pilih ether3 dan klik kiri 2x.


    Lalu ubah pada bagian ARP nya yang aawalnya enabled menjadi reply-only lalu Apply dan OK.


7.) Lalu balik ke Topologi, buka terminal VPC4. Lakukan clear ip lalukita coba menambahkan IP secara Manual, dengan command ip 30.30.30.2/24 30.30.30.1 dan tekan Enter, disini saya mencoba menggunakan IP address pada oktet ke4 2.


    Disini saat dicoba untuk ping ke gateway dengan command ping 30.30.30.1 hasilnya timeout.

8.) Kita coba dengan ip yang tadi diubah pada Winbox. Lakukkan clear ip lalu tambahkan IP secara manual dnegan command ip 30.30.30.10/24 30.30.30.1 disini saya coba dengan menggunakan IP addres yang sama pada Winbox di bagian DHCP Lease


    Saat menggunakan IP yang sama pada Winbox tadi, kita berhasil melakukan Ping ke Gateway.

Penutup

    Jadi disini kita telah berhasil melakukan Konfigurasi DHCP Server Lease, yang bermanfaat untuk mengatur waktu peminjaman IP (lease time) serta mengelola alamat IP agar lebih teratur dan aman. Dengan konfigurasi ini, setiap klien akan mendapatkan alamat IP secara otomatis namun tetap terkontrol, sehingga mencegah terjadinya bentrok IP (IP conflict) dan memastikan distribusi IP berjalan efisien. Selain itu, melalui penerapan Static ARP, setiap perangkat akan selalu memperoleh IP yang sama berdasarkan alamat MAC-nya, sehingga jaringan menjadi lebih stabil, aman, dan terlindung dari gangguan seperti ARP spoofing.

Terima kasih telah membaca blog ini sampai selesai. Semoga penjelasan dan langkah-langkah pada Lab 2.3 ini dapat membantu kamu dalam memahami konsep serta penerapan DHCP Server Lease Management dan Static ARP dengan lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router