Lab 2.2 DHCP Server

Pendahuluan

    Pada Blog ini akan membahas Konfigurasi DHCP Server. DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol Server) adalah sebuah layanan atau sistem pada jaringan komputer yang berfungsi untuk memberikan dan mengatur IP address secara otomatis kepada perangkat (klien) yang terhubung ke jaringan. Sehingga para klien tidak perlu lagi mengatur IP address secara manual.


Step by Step

1. Menyiapkan Topologi

1.) Pertama-tama siapkan sebuah topologi seperti gambar dibawah ini. Mikrotik terhubung ke Internet pada Ether1,  Ether2 terhubung ke Switch1, Ether3 terhubung ke Switch2. Switch1 terhubung ke VPC1-3, Switch2 terhubung ke VPC4-6.


2. Konfigurasi DHCP Server pada Mikrotik

1.)  Login ke Mikrotik dengan biasa, admin dan password-nya kosong (Enter), lalu Ctrl+C dan Ctrl+l.



2.) Selaanjutnya ubah Identity pada Mikrotik dengan command system identity set name=R1-Marsa lalu tekan Enter.


3.) Mengecek IP yang ada pada Mikrotik dengan command ip address pr.


4.) Memastikan Router Mikrotik sudah benar-benar dapat mengakses Internet dnegan ping google.com.


5.) Menambahkan IP address yang berfungsi sebagai Gateway untuk Switch1 dan Switch2. Dengan command ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether2 yang berfungsi sebagai Gateway untuk Switch1. dan untuk Switch2 ip address add address 30.30.30.1/24 interface=ether3


6.) Lalu kita akan melakukan setup DHCP Server dengan command ip dhcp-server setup, nanti akan muncul seperti pada gambar dibawah, itu tekan Enter saja sampai selesai.


    Konfigurasi pada gambar Interface yang digunakan adalah ether2 dengan jaringan 20.20.20.0/24 dan gateway 20.20.20.1. Rentang IP yang dibagikan kepada klien yaitu 20.20.20.2–20.20.20.254, dengan DNS Server 10.152.218.17 dan lease time 10 menit. Dengan pengaturan ini, MikroTik otomatis memberikan alamat IP kepada perangkat yang terhubung di jaringan ether2. Ini semua kita setup untuk Switch1 yang terhubung ke VPC1-3.

7.) Setelah kita melakukan setup kita cek apakah telah berhasil dibuat atau tidak, dengan command ip dhcp-server pr disini kita telah berhasil melakukkan setup dan ini hasialnya.


8.) Selanjutnya kita akan melakukan kembali setup DHCP-Server untuk Switch dengan command ip dhcp-server setup


    Interface yang digunakan adalah ether3 dengan jaringan 30.30.30.0/24 dan gateway 30.30.30.1. Rentang IP yang dibagikan kepada klien yaitu 30.30.30.2–30.30.30.254, dengan DNS Server 10.152.218.17 dan lease time 10 menit. Dengan pengaturan ini, MikroTik otomatis memberikan alamat IP kepada perangkat yang terhubung di jaringan ether3. Setup ini untuk Switch2 yang terhubung ke VPC4-6.

9.) Kita cek lagi apakah  setup yang telah kita buat sudah berhasil. Maukkan command ip dhcp-server pr


10.) Terakhir masukkan command ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade



3. Meminta IP address di para Client (VPC1-6)

1.) buka terminal VPC1 kemudian masukkan perintah sh ip untuk melihat konfigurasi alamat IP pada perangkat tersebut. Pada tahap awal, VPC1 belum memiliki alamat IP, sehingga perlu dilakukan permintaan IP secara otomatis dari DHCP Server yang telah dikonfigurasi di MikroTik.


    Selanjutnya, masukkan perintah ip dhcp lalu tekan Enter. Setelah beberapa saat, akan muncul proses DORA (Discover, Offer, Request, Acknowledge) yang menandakan bahwa VPC1 sedang meminta dan menerima alamat IP dari DHCP Server. Setelah proses selesai, jalankan kembali perintah sh ip untuk memastikan bahwa VPC1 telah mendapatkan IP, gateway, dan DNS secara otomatis dari DHCP Server.


    Terakhir, lakukan pengujian koneksi jaringan untuk memastikan bahwa VPC1 telah terhubung dengan baik. Gunakan perintah ping 20.20.20.1 untuk mengecek koneksi ke gateway router, dan lanjutkan dengan ping google.com untuk memastikan akses ke internet berfungsi dengan baik. Jika kedua pengujian tersebut berhasil, berarti konfigurasi DHCP Server dan koneksi jaringan sudah berjalan dengan benar.


2.) buka terminal VPC2 kemudian masukkan perintah sh ip untuk melihat konfigurasi alamat IP pada perangkat tersebut. Pada tahap awal, VPC2 belum memiliki alamat IP, sehingga perlu dilakukan permintaan IP secara otomatis dari DHCP Server yang telah dikonfigurasi di MikroTik.


    Selanjutnya, masukkan perintah ip dhcp lalu tekan Enter. Setelah beberapa saat, akan muncul proses DORA (Discover, Offer, Request, Acknowledge) yang menandakan bahwa VPC2 sedang meminta dan menerima alamat IP dari DHCP Server. Setelah proses selesai, jalankan kembali perintah sh ip untuk memastikan bahwa VPC2 telah mendapatkan IP, gateway, dan DNS secara otomatis dari DHCP Server.


    Terakhir, lakukan pengujian koneksi jaringan untuk memastikan bahwa VPC2 telah terhubung dengan baik. Gunakan perintah ping 20.20.20.1 untuk mengecek koneksi ke gateway router, dan lanjutkan dengan ping google.com untuk memastikan akses ke internet berfungsi dengan baik. Jika kedua pengujian tersebut berhasil, berarti konfigurasi DHCP Server dan koneksi jaringan sudah berjalan dengan benar.


3.) Pertama, buka terminal VPC3 kemudian masukkan perintah sh ip untuk melihat konfigurasi alamat IP pada perangkat tersebut. Pada tahap awal, VPC3 belum memiliki alamat IP, sehingga perlu dilakukan permintaan IP secara otomatis dari DHCP Server yang telah dikonfigurasi di MikroTik.


Selanjutnya, masukkan perintah ip dhcp lalu tekan Enter. Setelah beberapa saat, akan muncul proses DORA (Discover, Offer, Request, Acknowledge) yang menandakan bahwa VPC3 sedang meminta dan menerima alamat IP dari DHCP Server. Setelah proses selesai, jalankan kembali perintah  untuk memastikan bahwa VPC3 telah mendapatkan IP, gateway, dan DNS secara otomatis dari DHCP Server.


Terakhir, lakukan pengujian koneksi jaringan untuk memastikan bahwa VPC3 telah terhubung dengan baik. Gunakan perintah ping 20.20.20.1 untuk mengecek koneksi ke gateway router, dan lanjutkan dengan ping google.com untuk memastikan akses ke internet berfungsi dengan baik. Jika kedua pengujian tersebut berhasil, berarti konfigurasi DHCP Server dan koneksi jaringan sudah berjalan dengan benar.


4.) buka terminal VPC4 kemudian masukkan perintah sh ip untuk melihat konfigurasi alamat IP pada perangkat tersebut. Pada tahap awal, VPC4 belum memiliki alamat IP, sehingga perlu dilakukan permintaan IP secara otomatis dari DHCP Server yang telah dikonfigurasi di MikroTik.


    Selanjutnya, masukkan perintah ip dhcp lalu tekan Enter. Setelah beberapa saat, akan muncul proses DORA (Discover, Offer, Request, Acknowledge) yang menandakan bahwa VPC4 sedang meminta dan menerima alamat IP dari DHCP Server. Setelah proses selesai, jalankan kembali perintah sh ip untuk memastikan bahwa VPC4 telah mendapatkan IP, gateway, dan DNS secara otomatis dari DHCP Server.


    Terakhir, lakukan pengujian koneksi jaringan untuk memastikan bahwa VPC4 telah terhubung dengan baik. Gunakan perintah ping 30.30.30.1 untuk mengecek koneksi ke gateway router, dan lanjutkan dengan ping google.com untuk memastikan akses ke internet berfungsi dengan baik. Jika kedua pengujian tersebut berhasil, berarti konfigurasi DHCP Server dan koneksi jaringan sudah berjalan dengan benar.


5.) buka terminal VPC5 kemudian masukkan perintah sh ip untuk melihat konfigurasi alamat IP pada perangkat tersebut. Pada tahap awal, VPC5 belum memiliki alamat IP, sehingga perlu dilakukan permintaan IP secara otomatis dari DHCP Server yang telah dikonfigurasi di MikroTik.


    Selanjutnya, masukkan perintah ip dhcp lalu tekan Enter. Setelah beberapa saat, akan muncul proses DORA (Discover, Offer, Request, Acknowledge) yang menandakan bahwa VPC5 sedang meminta dan menerima alamat IP dari DHCP Server. Setelah proses selesai, jalankan kembali perintah sh ip untuk memastikan bahwa VPC5 telah mendapatkan IP, gateway, dan DNS secara otomatis dari DHCP Server.


    Terakhir, lakukan pengujian koneksi jaringan untuk memastikan bahwa VPC5 telah terhubung dengan baik. Gunakan perintah ping 30.30.30.1 untuk mengecek koneksi ke gateway router, dan lanjutkan dengan ping google.com untuk memastikan akses ke internet berfungsi dengan baik. Jika kedua pengujian tersebut berhasil, berarti konfigurasi DHCP Server dan koneksi jaringan sudah berjalan dengan benar.


Penutup

    Dari hasil konfigurasi dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa DHCP Server pada MikroTik berfungsi dengan baik dalam mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada setiap perangkat klien (VPC1–VPC6) yang terhubung ke jaringan. Melalui proses konfigurasi pada interface ether2 dan ether3, masing-masing jaringan berhasil mendapatkan IP, gateway, dan DNS sesuai dengan pengaturan yang telah ditentukan.

    Dengan adanya DHCP Server, proses pemberian alamat IP menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien tanpa perlu melakukan konfigurasi manual pada setiap perangkat. Selain itu, hasil pengujian koneksi menggunakan perintah ping menunjukkan bahwa seluruh klien dapat terhubung dengan gateway router serta akses ke internet berjalan dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa konfigurasi DHCP Server pada MikroTik telah berhasil dan jaringan berfungsi secara optimal.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router