Lab 2.1 Konfigurasi DHCP Client

 PENDAHULUAN

    Pada blog ini, kita akan melakukan Konfigurasi DHCP Client. Ini akan berguna untuk membagikan IP address secara otomatis ke setiap perangkat di jaringan. Lewat tutorial ini, kamu bakal tahu langkah-langkah mudah buat menyiapkan DHCP Server supaya jaringanmu bisa jalan lebih rapi dan efisien.


STEP BY STEP

1. Menyiapkan Topologi untuk Konfigurasi DHCP Client.

1.) Tambahkan satu router ke topologi dengan langkah berikut: klik kanan di area kerja PnetLab, lalu pilih Mikrotik RouterOS. Setelah router muncul, ubah namanya menjadi R1, ganti iconnya menjadi ATM Red.png, dan pada bagian Secondary Console pilih WinBox. Terakhir, scroll ke bawah dan hapus bagian qemu.



2.) Tambahkan 1 Router lagi pada topologi dengan cara Klik kanan pada halaman PnetLab, pilih Mikrotik RouterOS, ubah nama Mikrotik menjadi R2, ubah juga Icon nya menjadi ATM Blue.png, dan pada bagian Secondary Console ubah ke WinBox, dan scroll ke bawah lalu hapus qemu nya.

    


3.) Tambahkan 1 Network dengan nama Internet dan Type nya Management(Cloud).


4.) Beri nama pada Line/kabel-nya menjadi 100.100.100.0/24 supaya kita tahu bahwa Line antara R1 dengan R2 terhubung dengan IP 100.100.100.0/24. Dan juga beri nama pada R1 dengan DHCP Server dan pada R2 beri nama DHCP Client.


2. Konfigurasi R1 DHCP Server

1.) Nyalakan Router R1 lalu login dengan admin dan passwordnya kosong (klik Enter). 


2.) Kita lakukan pemberian nama identity dengan command system identity set name=R-Server lalu klik Enter.



3.) Kita akan melakukan penambahan IP yang berfungsi sebagai Gateway untuk Ether2 dengan command ip address add address=100.100.100.1/24 interface=ether2 dan Klik Enter. Ketik command ip address pr untuk melihat apakah IP yang kita buat sudah ada atau belum.


4.) Lalu kita akan melakukkan Setup DHCP server, masukkan command ip dhcp-server setup dan klik Enter. Klik Enter terus hingga hasilnya seperti gambar dibawah. 


    Pada gambar tersebut, interface yang digunakan adalah ether2, yaitu jalur jaringan tempat DHCP Server membagikan alamat IP ke perangkat klien. Alamat jaringan yang digunakan yaitu 100.100.100.0/24, dengan gateway 100.100.100.1 sebagai alamat IP router. Rentang alamat IP yang akan diberikan ke klien berada pada 100.100.100.2 hingga 100.100.100.254. DNS Server yang digunakan adalah 10.148.90.97, yang berfungsi agar klien dapat terhubung ke internet. Sementara itu, waktu sewa atau lease time diatur selama 10 menit, sehingga setelah waktu tersebut habis, klien perlu memperbarui alamat IP-nya.


5.) Kita cek apakah berhasil atau tidak setup nya dengan command ip dhcp-server pr dan klik Enter. 


    Kita dapat melihat terlihat bahwa DHCP Server bernama dhcp1 berjalan di interface ether2, menggunakan address pool dhcp_pool0, dan memiliki lease time selama 10 menit. Ini menandakan DHCP Server sudah aktif dan siap membagikan alamat IP ke klien.


6.) Terakhir kita coba ping ke google dengan cara masukkan command ping 8.8.8.8 atau ping google.com. Setelah hasilnya Reply kita tambahkan IP Firewall dengan command ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade. Dan kita lihat hasil IP Firewall yang telah dibuat dengan command ip firewall nat pr.


3. Konfigurasi R2 DHCP Client

1.) Pada Router 2 kita login dengan admin dan passwordnya kosong (langsung klik Enter)


2.) Kita tambahkan Identity pada Router 2 dengan command system identity set name=dhcp-client dan klik Enter. Lalu kita lihat apakah Router 2 yang terhubung dengan Router 1 mendapatkan IP secara Otomatis dengan command ip address pr dan klik Enter. 


    Disini ternyata Router 2 mendapatkan IP secara otomatis dari Router 1 karena Router 1 sudah dikonfigurasi sebagai DHCP Server, sedangkan Router 2 berperan sebagai DHCP Client. Jadi, saat Router 2 terhubung ke jaringan, DHCP Server di Router 1 langsung memberikan alamat IP tanpa perlu disetting manual.


3.) Kita tes apakah Router 2 ini telah terhubung ke Internet atau tidak dengan cara ping ke google, masukkan command ping 8.8.8.8 atau ping google.com. Jika hasilnya seperti gambar dibawah berarti Router 2 berhasil terhubung ke internet.


4. Mengatur IP Pool pada DHCP Server

1.) Buka Router 1 lalu masukkan command ip address pr dan klik Enter. Catat ip yang ada huruf D, lalu buka Winbox. 


2.) Isi bagian Connect To dengan IP yang tadi di catat, lalu Login dengan admin dan Connect.


3.) Pilih bagian IP lalu Addresses lalu akan muncul IP yang ada pada Interface Router 1.


4.) Pilih bagian IP lalu Pool akan muncul bagian IP Pool. 



5.) Disini kita akan menyeting IP Pool atau rentang alamat IP. Pilih yang bagian dhcp_pool0. Ubah yang dari awalnya 100.100.100.2-100.100.100.254 menjadi 100.100.100.2-100.100.100.100. Lalu klik Apply dan OK.


    Fungsi IP Pool dengan alamat 100.100.100.2–100.100.100.100 adalah untuk menentukan rentang IP yang akan dibagikan otomatis oleh DHCP Server ke perangkat yang terhubung, sehingga hanya perangkat dalam rentang itu yang bisa mendapat IP.


6.) Buka Terminal Router 2 masukkan command ip dhcp-client pr dan tekan Enter. Disini address nya masih 100.100.100.254/24 yang dimana seharusnya 100.100.100.100/24. Kita Disable dengan command ip dhcp-client disable numbers=0 dan untuk Enable ip dhcp-client enable numbers=0. Lalu kita cek apakah sudah berubah atau belum dengan command ip dhcp-client pr dan ternyata sudah berubah yang awalnya 100.100.100.254/24 berubah menjadi 100.100.100.100/24.


7.) Dan kita coba lihat IP address nya apakah berubah. Masukkan command ip address pr lalu klik Enter. Ternyata telah berubah menjadi 100.100.100.100/24.


    
8.) Dan kita coba ping ke google dangan command ping 8.8.8.8 atau ping google.com, serta kita ping ke Router 1 ping 100.100.100.1. Jika hasilnya sama seperti gambar dibawah maka berhasil.







Penutup

    Sebagai penutup, dari konfigurasi ini dapat disimpulkan bahwa DHCP Server berperan penting dalam membagikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat di jaringan. Dengan pengaturan IP Pool yang tepat, pembagian IP menjadi lebih teratur, efisien, dan memudahkan pengelolaan jaringan tanpa perlu melakukan pengaturan manual.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router