Lab 1.9 Backup & Restore
PENDAHULUAN
Pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari tentang Backup & Restore. Kedua hal ini sangat penting dalam dunia jaringan maupun sistem operasi karena berfungsi untuk menjaga konfigurasi agar tetap aman. Dengan melakukan backup, kita bisa menyimpan salinan pengaturan yang sudah stabil. Sementara itu, restore digunakan untuk mengembalikan konfigurasi tersebut ketika terjadi error, perubahan yang tidak sesuai, atau saat ingin kembali ke kondisi semula. Pada tutorial ini, kita akan membahas langkah-langkah backup dan restore agar sistem tetap terjaga dan mudah dipulihkan sesuai kebutuhan.
STEP BY STEP
1. Persiapan Topologi
Pertama-tama, sebelum masuk ke proses backup dan restore, kita perlu menyiapkan topologi dasar terlebih dahulu. Langkah awalnya adalah menambahkan net baru dengan tipe NAT, yang nantinya akan berfungsi sebagai jalur koneksi internet pada simulasi. Dengan adanya NAT ini, router akan bisa terkoneksi ke jaringan luar dan menjalankan layanan dengan lebih realistis.
Setelah itu, tambahkan Router 1 ke dalam topologi. Lakukan beberapa pengaturan awal, seperti mengubah RAM menjadi 64 MB, mengatur secondary console ke mode VNC, serta menambahkan lima ethernet interface. Jangan lupa untuk menghubungkan net yang sudah dibuat sebelumnya ke Router 1 agar perangkat bisa saling terhubung. Dengan begitu, topologi dasar sudah siap digunakan untuk langkah-langkah berikutnya.
2. Konfigurasi Mikrotik
Pertama, setelah login dengan username admin dan password kosong, kita perlu menambahkan alamat IP baru pada interface ether2. Perintah yang digunakan adalah ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2. Setelah itu, untuk memastikan IP sudah tersimpan, kita bisa mengecek dengan perintah ip address pr.
Kedua, kita menambahkan aturan IP Firewall NAT agar router bisa melakukan koneksi keluar jaringan. Command yang digunakan adalah ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade. Jika sudah, lakukan pengecekan kembali dengan perintah ip firewall nat pr untuk memastikan aturan NAT telah tercatat.
Ketiga, kita menghapus konfigurasi DHCP Client bawaan agar tidak terjadi konflik dengan IP yang sudah ditentukan secara manual. Pertama, ketik ip dhcp-client pr untuk melihat daftar DHCP Client. Biasanya akan muncul nomor 0, kemudian hapus dengan command ip dhcp-client remove numbers=0.
Keempat, kita bisa menambahkan user baru dengan hak akses penuh. Misalnya menggunakan perintah user add name=marriz group=full password=marriz. Nama dan password bisa diganti sesuai kebutuhan. Untuk memastikan user berhasil dibuat, ketik perintah user pr dan lihat daftar pengguna yang ada.
Kelima, demi keamanan, kita ubah IP Service bawaan, misalnya Telnet. Secara default Telnet menggunakan port 23, namun bisa kita ubah menjadi 2323. Perintahnya adalah ip service set numbers=0 port=2323. Setelah itu, ketik ip service pr untuk memastikan port Telnet sudah berubah sesuai pengaturan.
3. Membuat File Backup
Langkah selanjutnya adalah membuat file backup. Pada tahap ini, kita akan menyimpan konfigurasi router dalam bentuk file dengan tipe backup. Caranya dengan mengetik perintah system backup save name=marriz01 (nama bisa diganti sesuai kebutuhan), lalu tekan Enter. Tunggu sebentar hingga proses selesai. Untuk memastikan file sudah tersimpan, gunakan perintah file pr dan cek apakah file backup dengan nama yang kita buat sudah muncul di daftar.
Selain tipe backup, kita juga bisa menyimpan konfigurasi dalam bentuk script. File script ini berguna jika suatu saat kita ingin melihat isi konfigurasi dalam bentuk teks. Perintah yang digunakan adalah export file=marriz02 (nama bisa disesuaikan), lalu tekan Enter. Sama seperti sebelumnya, gunakan perintah file pr untuk memastikan bahwa file script sudah berhasil dibuat dan tersimpan di dalam router.
4. Mengubah beberapa Konfigurasi di File Type Script
Setelah berhasil login ke Winbox menggunakan IP address Mikrotik, buka menu Files untuk melihat daftar file yang ada. Dari sana, drag kedua file hasil backup ke desktop agar lebih mudah diakses. Klik kanan pada file dengan tipe Script, lalu pilih Edit in Notepad. Di dalam file tersebut, kita dapat melihat konfigurasi dalam bentuk perintah yang bisa dibaca. Untuk menambahkan konfigurasi baru, salin salah satu baris konfigurasi IP address yang sudah ada, lalu paste di bawahnya. Selanjutnya, ubah isinya agar berbeda, misalnya menjadi add address=192.168.2.1/24 interface=ether3 network=192.168.2.0.
Jika perubahan sudah selesai, simpan file dengan memilih opsi Save As, lalu ubah nama file agar berbeda dengan file sebelumnya, kemudian klik OK. Setelah itu, kembali ke Winbox dan unggah file Script yang sudah diedit tadi ke dalam router. Dengan cara ini, konfigurasi baru yang ditambahkan pada file Script akan siap dijalankan ketika file tersebut di-import kembali ke Mikrotik.
5. Mencoba Backup dan Restore
Untuk melakukan restore dari file backup yang telah kita buat, langkah pertama adalah menghapus seluruh konfigurasi yang ada di Mikrotik. Caranya dengan mengetik perintah system reset-configuration no-default=yes, lalu tekan Enter. Setelah itu akan muncul konfirmasi, pilih Y dan tunggu sebentar hingga proses reset selesai, karena router akan kembali ke kondisi awal.
Setelah router menyala kembali, login lagi menggunakan username admin dan password kosong. Kemudian cek daftar file yang tersimpan di dalam router dengan mengetik perintah file pr. Dari daftar tersebut, perhatikan nama file backup yang sebelumnya sudah dibuat, karena file inilah yang akan digunakan untuk proses restore.
Jika ingin melakukan restore menggunakan file dengan tipe script, gunakan perintah import file-name="marriz02.rsc". Jangan lupa untuk selalu menuliskan nama file dengan tanda petik dua (“ ”), serta sesuaikan dengan nama file script yang dimiliki. Setelah perintah dijalankan, konfigurasi pada file script akan otomatis diterapkan kembali ke dalam router.
Sementara itu, untuk melakukan restore menggunakan file dengan tipe backup, perintah yang digunakan adalah system backup load name=marriz01.backup. Sesuaikan nama file dengan file backup yang dimiliki. Setelah perintah dijalankan, router akan mengembalikan seluruh konfigurasi sesuai kondisi terakhir saat file backup tersebut dibuat.
PENUTUP
Selamat, Anda sudah berhasil mempelajari cara melakukan backup, restore, hingga mengedit file konfigurasi dengan tipe script di Mikrotik. Semoga pembahasan ini dapat membantu Anda lebih memahami pentingnya menjaga konfigurasi agar tetap aman, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mempermudah pengelolaan jaringan. Dengan memahami langkah-langkah ini, diharapkan Anda bisa menghemat waktu saat terjadi gangguan, lebih percaya diri dalam melakukan konfigurasi, dan menjadikan sistem jaringan yang Anda kelola lebih stabil serta aman.
Komentar
Posting Komentar