Lab 1.4 Tutorial Akses Internet di Mikrotik

 PENDAHULUAN

    Pada blog kali ini, saya akan membagikan tutorial sederhana tentang cara menghubungkan Mikrotik, Client 1, dan Client 2 agar dapat mengakses internet menggunakan PNETLab. Konfigurasi ini penting karena menjadi langkah dasar sebelum masuk ke pengaturan jaringan yang lebih rumit, seperti manajemen bandwidth, firewall, maupun routing. Dengan memahami langkah-langkah ini, kita bisa lebih mudah melakukan simulasi jaringan dan menguji berbagai fitur Mikrotik tanpa harus menggunakan perangkat fisik.


STEP BY STEP

1. Perisapan

    Pastikan PNETLab sudah berjalan dengan baik. Tambahkan satu Mikrotik RouterOS dan dua client (VPC/PC). Hubungkan Mikrotik ke Cloud agar bisa terkoneksi ke internet, lalu hubungkan juga Mikrotik yang mengarah ke Client 1 dan Client 2.

2. Set Name Mikrotik

    Buka terminal Mikrotik, login dengan username admin lalu tekan Enter pada password (biarkan kosong). Jika muncul pilihan y/n, pilih n. Setelah itu tekan Ctrl+C lalu masukkan perintah SYSTEM IDENTITY SET NAME=NAMA_BEBAS (contoh: R1-MARSA) dan tekan Enter. Selanjutnya, cek IP Mikrotik dengan perintah IP ADDRESS PR, maka akan muncul daftar IP yang sudah ada pada Mikrotik kita.   


    IP pada mikrotik kita adalah 192.168.1.15/24 yang terhubung pada Net melalui ether1.


3. Menambahkan IP baru

    Selanjutnya, kita akan menambahkan IP baru yang berfungsi sebagai Gateway untuk Client 1 dan Client 2. Masukkan perintah ip address add address=ip bebas (contoh 192. 168. 110.1/24) interface=ether2 untuk Client 1. Untuk Client 2, gunakan perintah yang sama tetapi dengan IP yang berbeda, misalnya ip address add address=ip bebas (contoh 192.168.111.1/24) interface=ether3.

Catatan: IP yang kita tambahkan harus berbeda dengan IP Mikrotik yang sudah ada. Karena IP Mikrotik kita adalah 192.168.1.15/24, maka IP Gateway untuk Client 1 dan Client 2 harus dibuat berbeda. Selain itu, IP Gateway Client 1 dan Client 2 juga tidak boleh sama satu sama lain.


4. Konfigurasi Client 1 (PC 1)

    Setelah itu, kita akan melakukan konfigurasi pada Client 1 (PC1). Pertama, masukkan perintah sh ip untuk mengecek konfigurasi IP. Hasilnya akan terlihat bahwa IP/Mask, Gateway, dan DNS masih kosong atau bernilai 0.0.0.0/0. Selanjutnya, kita tambahkan konfigurasi IP dengan perintah ip 192.168.110.2/24 192.168.110.1/24. Lalu tekan Enter.


    Kenapa pada perintah tersebut terdapat dua alamat IP? Alamat pertama (192.168.110.2/24) adalah IP untuk Client 1, dan harus berbeda di bagian akhirnya. Alamat kedua (192.168.110.1/24) adalah Gateway yang sebelumnya sudah kita buat di Mikrotik pada interface ether2.

    Kemudian, atur DNS dengan perintah ip dns 8.8.8.8 lalu tekan Enter. Terakhir, simpan konfigurasi dengan perintah save agar setting yang sudah dibuat tidak hilang.

    Kita bisa cek kemabali apakah IP/MASK,GATEWAY, dan DNS sudah ada, dengan cara masukkan perintah sh ip.


5. Konfigurasi Client 2 (PC 2)

    Setelah selesai dengan Client 1, kita lakukan hal yang sama pada Client 2 (PC2). Pertama, jalankan SH IP untuk mengecek konfigurasi awal. Kemudian, tambahkan IP dengan perintah ip 192.168.111.2/24 192.168.111.1/24, lalu tekan Enter. Sama seperti sebelumnya, IP pertama (192.168.111.2/24) digunakan untuk Client 2, sedangkan IP kedua (192.168.111.1/24) adalah Gateway yang sudah dibuat di Mikrotik pada interface ether3.  


  Kenapa IP Client 2 harus berbeda dengan Client 1? Karena jika keduanya menggunakan IP yang sama, akan terjadi bentrok sehingga perangkat tidak bisa saling berkomunikasi atau mengakses internet. Oleh karena itu, IP Client 2 harus dibuat berbeda dengan Client 1. Hal yang sama juga berlaku untuk Gateway: Client 1 menggunakan gateway dari ether2, sedangkan Client 2 menggunakan gateway dari ether3.

    Selanjutnya, atur DNS dengan perintah ip dns 8.8.8.8 dan tekan Enter. Jangan lupa simpan konfigurasi dengan perintah save. Dengan begitu, Client 1 dan Client 2 sudah memiliki IP, Gateway, serta DNS yang benar.


6. Ping dari Mikrotik ke Client 1 & Client 2

    Setelah konfigurasi Client 1 dan Client 2 selesai, langkah berikutnya adalah melakukan pengujian untuk memastikan keduanya sudah terhubung dengan Mikrotik. Pengujian dilakukan dengan cara ping dari Mikrotik ke client, dan sebaliknya dari client ke Mikrotik.

    Pertama, ping dari Mikrotik ke client. Buka terminal Mikrotik lalu masukkan perintah ping 192.168.110.2 untuk mengetes koneksi ke Client 1. Jika hasilnya reply seperti pada gambar, berarti sudah berhasil. Lakukan hal yang sama untuk Client 2 dengan perintah ping 192.128.111.2.

    Kedua, ping dari client ke Mikrotik. Mulai dari Client 1, buka terminal lalu masukkan perintah ping 192.168.110.1 (yaitu alamat gateway Client 1). Jika berhasil, akan muncul reply seperti contoh pada gambar. Kemudian lakukan hal yang sama pada Client 2 dengan perintah ping 192.168.111.1 (alamat gateway Client 2).


    Jika kedua pengujian ini berhasil, berarti Client 1 dan Client 2 sudah terkoneksi dengan Mikrotik dengan baik.


7. Menambahkan Firewall

    Setelah semua client terhubung dengan Mikrotik, langkah selanjutnya adalah menambahkan firewall. Buka terminal Mikrotik lalu masukkan perintah ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade. Setelah itu, kita bisa mengecek apakah rule firewall tersebut sudah masuk dengan perintah ip firewall nat pr.


     
    Sekarang Client 1 dan Client 2 sudah bisa mengakses internet. Bagaimana cara mengeceknya? Caranya sangat mudah. Buka terminal Client 1 lalu ketik perintah ping 8.8.8.8 untuk melakukan ping ke server Google. Jika hasilnya reply seperti pada gambar, berarti Client 1 sudah berhasil terhubung ke internet. Lakukan langkah yang sama pada Client 2, dan jika hasilnya sama, maka Client 2 juga sudah berhasil terkoneksi ke internet.


    Selain itu, kita juga bisa melakukan uji coba ping ke sebuah domain, misalnya dengan perintah ping detik.com. Jika reply muncul, berarti koneksi internet dan DNS sudah berjalan dengan baik.

PENUTUP

    Selamat!  Kita sudah berhasil menghubungkan Mikrotik, Client 1, dan Client 2 ke internet melalui PNETLab. Terima kasih sudah mengikuti tutorial ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi dasar untuk belajar konfigurasi Mikrotik lebih lanjut.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router