Cara Instalasi VirtualBox

 Untuk melakukan simulasi jaringan secara virtual, dibutuhkan perangkat lunak virtualisasi seperti VirtualBox. Salah satu sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam simulasi adalah MikroTik, yang tersedia dalam format file ISO. Proses instalasi ini memungkinkan pengguna menguji dan mengkonfigurasi MikroTik tanpa memerlukan perangkat keras fisik.


Langkah-langkah Instalasi VirtualBox dan MikroTik ISO:

1. Unduh dan Instal VirtualBox

    a. Kunjungi situs resmi VirtualBox: https://www.virtualbox.org

    b. Pilih versi sesuai sistem operasi (Windows, macOS, Linux)

    c. Unduh file installer, lalu jalankan dan ikuti instruksi instalasi.


2. Unduh File ISO MikroTik

    a. Kunjungi situs resmi MikroTik: https://mikrotik.com/download

    b. Pilih CD ISO image dari daftar RouterOS (pada bagian X86).

    c. Lalu unduh file ISO tersebut.


3. Buat Mesin Virtual Baru di VirtualBox
    
    a. Buka VirtualBox, klik New.



    b. Beri nama (misalnya: MikroTik), pilih Type: Linux, dan Version: Other Linux (64-bit).


    c. Klik Next.
    
4. Selanjutnya Mengatur Memory dan Penyimpanan
    
    a. Tentukan ukuran RAM (misalnya 256–512 MB).
    b. Pilih opsi "Create a Virtual Hard Disk Now" (seperti yang tampak pada gambar).
    c. Geser slider untuk menentukan ukuran disk.
    d. Klik Next untuk melanjutkan ke tahap pemilihan jenis hard disk.


Catatan: Jika kamu menggunakan MikroTik hanya untuk latihan dasar routing dan konfigurasi, ukuran 512 MB – 1 GB sudah memadai. Tidak perlu dialokasikan besar-besaran.

5. Pasang File ISO ke Mesin Virtual
    a. Pilih mesin virtual MikroTik > klik Settings.
    b. Masuk ke tab Storage, pilih Empty di bawah Controller: IDE.
    c. Klik ikon CD di sebelah kanan > Choose a disk file.


    d. Arahkan ke file ISO MikroTik yang sudah diunduh.


    e. klik Ok.

7. MikroTik Siap Digunakan

Setelah instalasi selesai, mesin virtual akan meminta untuk melakukan reboot. Sebelum melanjutkan, pastikan untuk melepaskan file ISO MikroTik dari pengaturan penyimpanan di VirtualBox, agar sistem tidak mencoba untuk booting dari ISO lagi. Setelah reboot, MikroTik RouterOS akan mulai berjalan dari hard disk virtual yang telah dibuat, dan Anda bisa langsung melakukan konfigurasi lebih lanjut menggunakan Winbox atau terminal untuk mengatur jaringan sesuai kebutuhan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lab 1.1 Tutorial Instalasi Mikrotik di PNETLAB

Lab 1.5 Upgrade dan Downgrade Mikrotik

Lab 3.2 Bridge dengan 2 Router